Mediapesan | Pangkep–Maros, Sulsel – Sebuah pesawat jenis ATR 42-500 dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan.
Informasi awal diperoleh dari peta operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang menunjukkan titik-titik lokasi reruntuhan pesawat serta posisi korban di medan pegunungan yang sulit dijangkau.
Berdasarkan peta lokasi, serpihan pesawat ditemukan tersebar di beberapa titik di sekitar lereng Gunung Bulusaraung, tidak jauh dari jalur pendakian dan kawasan hutan lebat.
Pada peta terlihat penandaan “jendela pesawat”, “kepala pesawat”, serta serpihan besar lainnya yang mengindikasikan pesawat mengalami benturan keras dengan kontur pegunungan.
Tim SAR gabungan membagi area pencarian ke dalam beberapa sektor, termasuk SRU (Search and Rescue Unit) Paket 1, dengan jalur evakuasi yang ditandai melewati medan terjal, hutan rapat, dan titik berbahaya seperti air terjun setinggi sekitar 50 meter.
Koordinat geografis yang tertera dalam peta memperkuat bahwa lokasi jatuhnya pesawat berada di wilayah pegunungan dengan elevasi tinggi dan akses terbatas.
Kondisi ini menjadi tantangan utama bagi tim SAR Gabungan dalam proses evakuasi, yang dilakukan secara manual dengan berjalan kaki dan teknik penurunan tebing (rappelling). Hingga saat ini, proses pencarian dan identifikasi korban masih terus dilakukan.
Penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.



