MEDIAPESAN.COM | Kamboja – Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan Indonesia siap menjadi tuan rumah sekaligus memimpin penyelenggaraan 24th ASEAN Conference on Civil Service Matters (ACCSM) dan 9th ACCSM+3. Kepemimpinan itu akan dimanfaatkan untuk memperkuat reformasi manajemen aparatur sipil negara (ASN) di kawasan ASEAN.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala BKN, Prof. Zudan, saat melakukan pertemuan bilateral (courtesy call) dengan Deputy Prime Minister sekaligus Minister of Civil Service Kerajaan Kamboja, H.E. Hun Many, di sela-sela pelaksanaan 23rd ACCSM di Siem Reap, Kamboja, Selasa (4/8/2026).
Dalam pertemuan itu, Zudan menegaskan Indonesia siap melanjutkan estafet kepemimpinan ACCSM dengan mengusung agenda kolaborasi regional, inovasi kebijakan, transformasi digital pemerintahan, dan penguatan kapasitas ASN.
“Indonesia siap melanjutkan estafet kepemimpinan ACCSM dengan semangat kolaborasi. Kami ingin menjadikan forum ini sebagai ruang untuk memperkuat sinergi antarnegara ASEAN dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas,” kata Zudan.
Indonesia dijadwalkan memimpin ACCSM pada periode 2026-2028. Sejumlah agenda internasional pun telah disiapkan. Pada 2027, Yogyakarta akan menjadi lokasi Preparatory Meeting dan Senior Officials Meeting. Selanjutnya pada 2028, Bali dijadwalkan menjadi tuan rumah Senior Officials Meeting, Forum on Good Governance, Heads of Civil Service Meeting, hingga ACCSM+3 Heads of Civil Service Meeting.
Menurut Zudan, kepemimpinan Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat peran BKN dalam mendorong reformasi manajemen ASN di tingkat regional. Indonesia juga akan mendorong pertukaran praktik terbaik, peningkatan kompetensi aparatur, serta kolaborasi menghadapi tantangan birokrasi modern, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI).
Sementara itu, Hun Many menyambut positif kesiapan Indonesia memimpin forum tersebut. Ia mengapresiasi eratnya kerja sama Indonesia dan Kamboja dalam reformasi administrasi publik serta pengembangan kompetensi aparatur.
Hun Many juga menilai penguatan kapasitas ASN, terutama di bidang AI, menjadi kebutuhan strategis untuk mendukung transformasi pemerintahan digital di kawasan ASEAN.
Di akhir pertemuan, Zudan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kerajaan Kamboja atas suksesnya penyelenggaraan ACCSM ke-23. Ia mengajak seluruh negara anggota ASEAN terus memperkuat sinergi agar forum tersebut mampu menghasilkan inovasi dan kebijakan yang berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik di kawasan.

