MEDIAPESAN.COM | Makassar – Devisa dari sektor pariwisata Indonesia mencapai US$8,43 miliar pada semester pertama 2026, menunjukkan peran sektor tersebut sebagai salah satu sumber devisa dan penggerak ekonomi nasional.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyampaikan angka tersebut di sela kegiatan wisuda Politeknik Pariwisata Makassar di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (19/9/2026).
“Pada semester pertama 2026, kontribusi devisa pariwisata telah mencapai 8,43 miliar dolar AS,” kata Ni Luh.
Menurut data Kementerian Pariwisata, capaian tersebut meningkat 2,88% dibandingkan semester pertama 2025 yang mencapai US$8,20 miliar. Nilai semester pertama 2026 setara sekitar Rp145,13 triliun berdasarkan perhitungan pemerintah.
Sektor pariwisata juga mencatat pertumbuhan sepanjang 2025 dengan 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan sekitar 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara. Devisa pariwisata pada 2025 mencapai US$18,27 miliar.
Ni Luh mengatakan pengembangan pariwisata ke depan tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan.

Ia juga mendorong lulusan Politeknik Pariwisata Makassar untuk mengembangkan keterampilan yang adaptif terhadap perubahan industri dan teknologi serta mampu bekerja di tengah keberagaman budaya.
Poltekpar Makassar pada Sabtu mengukuhkan 603 lulusan dari delapan program studi jenjang Diploma III dan Sarjana Terapan.

