Akses ke Wamana Baru Rusak Parah, Warga Desak Pemda Buru Bertindak

Reporter Burung Hantu
Dokumentasi perbaikan jalan pakai dana swadaya masyarakat dengan tenaga masyarakat, (22/11/2025).

Mediapesan | Namlea – Akses jalan menuju Desa Wamana Baru, Kecamatan Fenaleisela, Kabupaten Buru, kembali menjadi sorotan warga.

Kerusakan yang tak kunjung ditangani pemerintah daerah membuat jalur ini semakin sulit dilewati, terutama ketika musim hujan tiba.

Keluhan ini disampaikan oleh salah satu pemuda Desa Wamana Baru, Maryon Tasijawa, melalui pesan WhatsApp pada wartawan, Sabtu (22/11/2025).

- Iklan Google -
Mediapesan.com terdaftar di LPSE dan E-Katalog Klik gambar untuk melihat Katalog kami.

Menurutnya, kondisi jalan yang berlubang, berlumpur, dan licin telah lama menghambat aktivitas warga.

“Jalan ini menjadi faktor penghambat bagi aktivitas masyarakat. Saat hujan turun, lumpurnya membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sulit sekali melewati,” ujar Maryon.

IMG 20251122 WA0723
Kondisi jalan jalur penghubung antara desa di Kabupaten Buru, Maluku.

Jalan menuju Wamana Baru merupakan jalur penghubung antara Desa Wamana Baru, Tifu, dan Waegeren.

Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja

Ia menjadi satu-satunya akses mobilitas warga, termasuk untuk kebutuhan ekonomi.

“Kalau jalannya rusak begini, otomatis kegiatan ekonomi pun ikut terhambat,” lanjutnya.

Maryon menyoroti bahwa perbaikan terakhir dilakukan sekitar 15 tahun lalu, pada masa kepemimpinan Bupati Buru (alm.) Husni Hentihu. Sejak itu, tak ada lagi perbaikan lanjutan.

- Iklan Google -

“Tidak heran kalau kini jalan rusak berat. Sudah lama dibiarkan,” tuturnya.

Warga setempat kerap melakukan perbaikan secara swadaya, namun upaya itu tidak cukup.

Selain membutuhkan biaya besar, kerusakan jalan terus berulang setiap musim hujan.

Menurut Maryon, persoalan ini bukan hanya menyangkut aktivitas ekonomi.

Jalan tersebut juga menjadi jalur utama bagi tenaga pengajar dan tenaga kesehatan yang bertugas di Wamana Baru.

Sekolah dari tingkat SD hingga SMA sebagian besar diisi oleh guru dari luar desa. Tenaga kesehatan pun rutin melayani warga, namun kerap terhambat kondisi jalan.

Baca Juga:  Pernyataan Keliru Kanit Polrestabes Makassar Soal Putusan Perdata Tuai Protes Ahli Waris

“Kami berharap pemerintah daerah benar-benar memberi perhatian. Jalan ini menyangkut pelayanan publik. Kalau aksesnya saja tidak memadai, bagaimana pendidikan dan kesehatan bisa berjalan optimal?” pungkasnya.

Dengan kondisi yang memburuk dari tahun ke tahun, warga berharap Pemda Buru segera mengambil langkah konkret agar akses menuju Wamana Baru kembali layak digunakan.

(sk)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *