Mengejar Nafas Ekspor: Afghanistan Gandeng Iran untuk Dorong Perdagangan Global

Reporter Burung Hantu
Pelabuhan Chabahar. (rm/ho/mp)

Mediapesan | IranAfghanistan kembali mencari jalan keluar dari keterbatasan geografis dan politiknya.

Pemerintah negara tersebut menandatangani kontrak senilai $90 juta atau sekitar kurang lebih Rp1,50 triliun dengan sebuah perusahaan pelayaran Iran untuk memperluas akses ekspor produk pertanian menuju pasar internasional.

Kesepakatan ini memberi ruang baru bagi komoditas Afghanistanmulai dari kacang-kacangan, buah kering, hingga saffron—untuk bergerak lebih cepat dan terjangkau keluar dari Asia Selatan.

- Iklan Google -
Mediapesan.com terdaftar di LPSE dan E-Katalog Klik gambar untuk melihat Katalog kami.

Berdasarkan kontrak tersebut, perusahaan pelayaran Iran akan mengoperasikan kapal-kapal khusus yang mengangkut barang Afghanistan melalui pelabuhan strategis milik Iran.

Di kawasan ini, Chabahar dan Bandar Abbas telah lama menjadi jalur vital bukan hanya untuk Afghanistan, tetapi juga bagi negara-negara Asia Tengah yang tak memiliki garis pantai.

Iran Jadi Urat Nadi Perdagangan Afghanistan

Sejak jatuhnya rezim sebelumnya dan perubahan drastis pada struktur pemerintahan, Afghanistan semakin bergantung pada negara tetangganya untuk bertahan di pasar global.

Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja

Iran menawarkan dua hal yang sangat dibutuhkan Kabul: stabilitas jalur logistik dan akses ke rute perdagangan internasional tanpa bergantung sepenuhnya pada Pakistan.

Pelabuhan Chabahar, yang dikembangkan dengan dukungan India, memberikan alternatif jalur laut yang relatif lebih stabil dibanding pelabuhan Pakistan yang kerap menghadapi hambatan politik.

Sementara Bandar Abbas menjadi titik terpadat pengiriman barang di Iran, menghubungkan Asia Barat dengan Afrika dan Eropa.

- Iklan Google -

Dalam beberapa tahun terakhir, ekspor Afghanistan kerap terhambat oleh konflik internal, pembatasan bank internasional, serta ketidakpastian regulasi.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Korupsi di PWI Pusat: Proses Hukum Harus Segera Dituntaskan!

Melalui kontrak ini, pemerintah berharap ekspor dapat meningkat signifikan—setidaknya untuk komoditas unggulan yang sebelumnya sulit menembus pasar global karena biaya pengiriman yang mahal.

Potensi Besar, Tantangannya Tak Kecil

Meskipun kesepakatan ini menjanjikan, sejumlah pengamat menilai tantangan tetap besar.

Ketergantungan pada Iran membuat Afghanistan rentan terhadap dinamika geopolitik, khususnya sanksi internasional terhadap Teheran yang sewaktu-waktu dapat mempengaruhi arus barang.

Selain itu, kapasitas pelabuhan dan keamanan transportasi tetap menjadi faktor yang harus diperbaiki secara berkelanjutan.

Afghanistan juga masih menghadapi kesulitan dalam membangun rantai pasok modern yang mampu menjaga kualitas produk pertanian hingga titik pengiriman.

Namun bagi banyak pelaku usaha di Afghanistan, kontrak $90 juta ini tetap menjadi angin segar.

Setidaknya, negara itu kini memiliki jalur yang lebih pasti untuk memasarkan produknya ke luar negeri di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.

(rm/red)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *