Mediapesan | Enrekang – Petani di wilayah Sebrang Sungai, khususnya Desa Pinang dan Desa Lebang, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, mengeluhkan belum adanya bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat (R4) dari pemerintah daerah.
Hingga kini, mereka masih mengandalkan traktor roda dua (R2) untuk mengolah lahan persawahan yang luasnya mencapai sekitar 100 hektare—salah satu kawasan persawahan terbesar di Enrekang.
Menurut para petani, permohonan bantuan alsintan sudah berulang kali diajukan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Enrekang.
Namun, hingga Desember 2025, belum ada respons yang dianggap memuaskan.
“Kami sudah berkali-kali bermohon. Lahan di sini luas, tapi kami masih pakai traktor R2 yang kemampuannya terbatas,” ujar Lempa (Noro), salah seorang petani dari Sebrang Sungai, saat ditemui di area persawahan, Kamis (4/12/2025).
Lempa menilai penyaluran bantuan alsintan selama ini belum mempertimbangkan besarnya potensi lahan yang dimiliki masyarakat.

Ia juga menyebut kondisi tersebut tidak sejalan dengan program unggulan Kementerian Pertanian RI yang mendorong modernisasi alat pertanian untuk meningkatkan produktivitas.
“Sebenarnya, kalau ada bantuan traktor R4, itu sangat bermanfaat. Petani di dua desa ini pasti bisa menggunakannya dengan maksimal,” lanjutnya.
“Tanpa alat yang memadai, kami masih jauh dari harapan menuju Enrekang Sejahtera—Petani Sejahtera.”
Para petani berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi dan menyalurkan bantuan alsintan secara lebih tepat sasaran, terutama untuk wilayah yang memiliki potensi pertanian besar seperti Sebrang Sungai.
- Iklan Google -
Mereka meyakini ketersediaan traktor R4 dapat mempercepat proses tanam dan panen serta mendorong peningkatan hasil produksi di masa mendatang.



