PERSAGI Enrekang Edukasi Gizi Serentak di 11 Sekolah, Cegah Anemia Remaja Putri

Reporter Burung Hantu
PERSAGI DPC Enrekang menggelar edukasi gizi serentak di sekolah dalam rangka Hari Gizi Nasional ke-66, sebagai upaya pencegahan anemia dan peningkatan kesehatan remaja.

Mediapesan | Enrekang – Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Enrekang menggelar edukasi gizi serentak di 11 sekolah, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Gizi Nasional ke-66.

Edukasi tersebut menyasar siswa SD, SMP, hingga madrasah sebagai upaya pencegahan masalah gizi, khususnya anemia pada remaja putri yang masih menjadi tantangan serius di daerah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang, Sabir, yang hadir langsung di UPT SMPN 2 Anggeraja, menegaskan edukasi gizi merupakan langkah pencegahan sejak hulu.

- Iklan Google -
Mediapesan.com terdaftar di LPSE dan E-Katalog Klik gambar untuk melihat Katalog kami.

“Masalah gizi, terutama anemia pada remaja putri, tidak cukup ditangani dengan pengobatan. Edukasi sejak dini sangat penting agar mereka memahami gizi seimbang dan pencegahan,” ujar Sabir.

Menurut Sabir, remaja putri menjadi kelompok prioritas karena berkaitan langsung dengan kesehatan ibu dan anak di masa depan. Karena itu, selain edukasi, dilakukan pula aksi bergizi berupa pembagian tablet tambah darah kepada siswi.

IMG 20260122 WA0448

Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pencapaian rekor MURI untuk edukasi gizi serentak di sekolah terbanyak secara nasional, dengan tema “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045.”

Sebanyak 53 tim edukator ahli gizi dari PERSAGI DPC Enrekang diterjunkan langsung ke sekolah-sekolah. Materi yang diberikan meliputi gizi seimbang, kebiasaan makan sehat, serta risiko kekurangan zat gizi pada usia sekolah.

Adapun 11 sekolah yang menjadi lokasi kegiatan yakni: UPT SMPN 2 Enrekang, UPT SDN 172 Enrekang, UPT SMPN 1 Maiwa, MIS GUPPI Cendana, UPT SMPN 1 Anggeraja, UPT SDN 39 Cakke, UPT SDN 73 Sudu, MTs Muhammadiyah Tongko, UPT SMPN 2 Anggeraja, UPT SMPN 1 Baraka, dan UPT SDN 5 Pasui.

Baca Juga:  Keluarga Korban Kekerasan Seksual di Makassar Tolak Upaya Damai yang Diduga Dipaksakan Polisi

- Iklan Google -

Pemerintah daerah menilai edukasi gizi di lingkungan sekolah efektif dalam membangun kesadaran kolektif sejak dini. Namun Sabir menekankan pentingnya keberlanjutan program agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

“Kalau kita bicara Generasi Emas 2045, maka anak-anak dan remaja hari inilah yang harus dipersiapkan. Edukasi gizi di sekolah adalah investasi jangka panjang,” pungkasnya.

(Indrajaya Yus)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *