Mediapesan | Enrekang – Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Enrekang (PPS UNIMEN) menggelar kuliah umum dengan menghadirkan narasumber dari Malaysia di Aula Kampus I UNIMEN, Jalan Jenderal Sudirman No. 17 Enrekang, Senin (9/2/2026).
Kegiatan ini diikuti mahasiswa Program Magister (S2) Pendidikan Dasar serta mahasiswa Sarjana (S1). Sejumlah dosen dan staf juga turut hadir dalam agenda akademik tersebut.
Pelaksana Tugas Rektor UNIMEN, Dr. Ismail, mengatakan kuliah umum tersebut merupakan program rutin menjelang awal semester yang bertujuan menajamkan kompetensi mahasiswa, khususnya di jenjang Pascasarjana.
“Selain menjadi agenda rutin setiap jelang awal semester, kuliah umum ini adalah wadah penajaman kompetensi mahasiswa S2 Pendidikan Dasar terutama pada aspek strategi pembelajaran berbasis komunikasi,” ujarnya.
Ia berharap, mahasiswa semakin terbuka wawasannya dalam memahami posisi dan peran sebagai pendidik, khususnya di tingkat sekolah dasar.
Dalam kegiatan tersebut, PPS UNIMEN menghadirkan Assoc. Prof. Dwi Santoso, S.Pd., M.Hum., Ph.D, dosen senior di Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM). Ia membawakan tema “Komunikasi Transformasional: Menjadi Katalisator Perubahan di SD Negeri dan Swasta Enrekang”.
Dalam paparannya, Dwi menekankan pentingnya komunikasi dalam membangun budaya sekolah dan menciptakan iklim belajar yang sehat. Menurutnya, komunikasi menjadi faktor penentu keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah.
“Mengapa komunikasi menjadi isu strategis bagi kepala sekolah SD? Karena banyak program bagus gagal akibat komunikasi yang buruk. Guru berpotensi tinggi bisa kehilangan motivasi, bahkan konflik kecil membesar hanya karena salah kata,” jelasnya.
- Iklan Google -
Ia menambahkan, komunikasi transformasional merupakan pendekatan komunikasi yang menggerakkan kesadaran, bukan keterpaksaan. Dengan komunikasi yang tepat, guru akan merasa dihargai dan dipercaya sehingga mampu melampaui target.
Dwi juga menyoroti pentingnya mengadopsi budaya dan nilai lokal dalam strategi komunikasi di sekolah, seperti nilai siri’ na pacce dan sipakatau yang dikenal di Sulawesi Selatan. Nilai-nilai tersebut dinilai dapat memperkuat kepemimpinan dan solidaritas di lingkungan pendidikan.
“Guru yang dipercaya akan mengubah tugas menjadi panggilan profesi. Hindari menggunakan kata-kata negatif dalam pembelajaran, gantilah dengan kata-kata positif agar pendidikan kita menjadi lebih baik,” pesannya.
Kuliah umum tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Muhammadiyah Barru, Dr. Fiptar, Direktur PPS UNIMEN Dr. Yunus Busa, Ketua Prodi S2 Pendidikan Dasar Dr. Suparman, serta jajaran dosen PPS UNIMEN.





