Mediapesan | Maluku – Dusun Luhulama, Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, menjadi titik awal peluncuran Bakti Sosial Akhir Tahun dan Literasi Fest Maluku 2025, Rabu (14/1/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Peduli, Berkarya, dan Mencerdaskan Masa Depan”.
Kegiatan yang dikemas dalam program Tali Asih tersebut diikuti sekitar 100 peserta dan dihadiri unsur pemerintah kecamatan dan desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga setempat. Program ini menitikberatkan pada penguatan kepedulian sosial dan literasi pendidikan, khususnya bagi anak-anak usia dini.
Camat Huamual yang juga Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Huamual, Radjab Waleulu, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Radjab menyampaikan apresiasi kepada generasi muda asal Huamual yang kini berkiprah di Kota Ambon dan kembali ke daerah asal dengan membawa program sosial dan edukatif.
Menurut Radjab, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial dan pendidikan merupakan wujud tanggung jawab moral terhadap pembangunan daerah, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat kecamatan.
“Penguatan literasi dan kepedulian sosial merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan budaya belajar dan saling peduli di tengah masyarakat,” ujar Radjab.
Ia juga mendorong para pelajar dan masyarakat Desa Iha agar menjadikan Literasi Fest Maluku sebagai pemantik semangat belajar, meningkatkan budaya membaca, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Pemerintah Desa Iha. Sekretaris Desa Iha, Bar Hukom, menegaskan komitmen pemerintah desa dalam mendukung gerakan Tali Asih dan Literasi Fest Maluku sebagai bagian dari pembangunan masyarakat desa yang berkelanjutan.
Menurut Bar Hukom, kegiatan ini dinilai luar biasa karena tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi juga menyentuh aspek fundamental pembangunan manusia, yakni pendidikan dan literasi sejak usia dini.
- Iklan Google -
“Kampanye literasi harus ditanamkan sejak anak-anak berada pada usia awal pertumbuhan. Fase ini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, pola pikir, dan masa depan generasi,” kata Bar Hukom.
Ia menambahkan, Pemerintah Desa Iha terbuka untuk bersinergi dengan berbagai pihak, khususnya generasi muda dan lembaga sosial, dalam menghadirkan program-program edukatif yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Sementara itu, Koordinator Tim Program Tali Asih–Literasi Fest Maluku, Muhammad Fahrul Kaisuku, menjelaskan bahwa Bakti Sosial Akhir Tahun dan Literasi Fest Maluku merupakan gerakan kolaboratif yang digagas oleh Rumah Inspirasi dan Literasi Maluku bersama Yayasan Wathah Maluku.
Menurut Fahrul, program ini lahir dari keprihatinan terhadap berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan pendidikan yang masih dihadapi masyarakat di Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan Maluku Tengah, terutama menjelang akhir tahun.
“Kegiatan ini sejalan dengan upaya mewujudkan Asta Cita Pemerintah Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, penguatan akses kegiatan kreatif-edukatif, serta perluasan ruang literasi bagi anak-anak dan remaja,” ujar Fahrul.
Melalui kegiatan ini, keluarga kurang mampu menerima bantuan paket sembako sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan. Selain itu, anak-anak usia PAUD dan TK mendapatkan bantuan paket pendidikan guna menumbuhkan minat baca dan literasi sejak dini.
Tidak hanya bantuan sosial, Literasi Fest Maluku juga menghadirkan berbagai kegiatan literasi yang bertujuan mendorong kreativitas, meningkatkan daya pikir kritis, serta membangun kepercayaan diri anak-anak dalam mengenali dan mengembangkan potensi diri.
Fahrul berharap, Bakti Sosial Akhir Tahun dan Literasi Fest Maluku 2025 dapat menjadi langkah konkret dalam mempererat solidaritas sosial, memperluas akses literasi, serta mendorong kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga sosial di Maluku.





