Pelatihan Pariwisata Dasar Angkatan V 2026 Digelar di Takalar, Tingkatkan Kompetensi Aparatur

Reporter Burung Hantu
Pelatihan Pariwisata Dasar (PARDAS) Angkatan V Tahun 2026 di Kabupaten Takalar.

 

MEDIAPESAN.COM | Takalar – Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Politeknik Pariwisata Makassar menggelar Pelatihan Pariwisata Dasar (PARDAS) Angkatan V Tahun 2026 di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Kegiatan yang telah berlangsung pada 16-23 Juli 2026 ini diikuti aparatur pariwisata dari berbagai daerah di Indonesia.

Pelatihan Pariwisata Dasar tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) aparatur pariwisata untuk mendukung pembangunan sektor pariwisata yang berkualitas, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

- Iklan Google -

PARDAS Angkatan V Tahun 2026 dilaksanakan dalam dua tahap. Pembelajaran daring berlangsung pada 16-17 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan tatap muka di Kabupaten Takalar pada 18-23 Juli 2026.

Total pelatihan mencapai 76 jam pelajaran (JP). Metode pembelajaran memadukan teori dengan praktik lapangan melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning.

Pembukaan pelatihan luring berlangsung di Hotel Pantai Galesong, Kabupaten Takalar. Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Takalar Darwis, S.Pd., M.M., Direktur Politeknik Pariwisata Makassar Dr. Herry Rachmat Widjaja, M.M.Par., CHE, serta Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Ir. Martini Mohamad Paham, MBA.

Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja

Kegiatan Pelatihan Pariwisata Dasar Angkatan V Tahun 2026 kemudian dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata.

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Pariwisata Makassar Dr. Herry Rachmat Widjaja mengatakan peningkatan kapasitas aparatur menjadi fondasi penting dalam membangun sektor pariwisata yang berkualitas.

“Pelatihan Pariwisata Dasar merupakan investasi penting dalam membangun aparatur pariwisata yang kompeten, adaptif, dan profesional,” kata Herry.

- Iklan Google -
IMG 20260725 WA0235 scaled
Direktur Politeknik Pariwisata Makassar Dr. Herry Rachmat Widjaja, M.M.Par., CHE.

Menurutnya, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan untuk memperkuat pengelolaan destinasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mendorong pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan di daerah masing-masing.

Baca Juga:  Poltekpar Makassar Terima Kunjungan Akademik dari UGM untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi Pariwisata

Sementara itu, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Ir. Martini Mohamad Paham menegaskan pentingnya peningkatan kualitas SDM dalam pembangunan pariwisata nasional.

“Hari ini kita tidak sekadar membuka sebuah pelatihan. Hari ini kita sedang menguatkan akar rumput program nasional pembangunan pariwisata Indonesia,” ujar Martini.

Dia menyebut PARDAS menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, praktisi, dan aparatur daerah.

“Tujuan besarnya adalah menghadirkan SDM pariwisata yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.

Materi Pelatihan Pariwisata Dasar

Peserta Pelatihan Pariwisata Dasar Angkatan V berasal dari aparatur pariwisata berbagai daerah di Indonesia. Materi pelatihan mencakup pengelolaan destinasi wisata, industri pariwisata, kelembagaan pariwisata, pengembangan SDM pariwisata, pemasaran pariwisata, serta ekonomi kreatif.

Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Aparatur dan Pendidikan Vokasi Kementerian Pariwisata Andar Danova turut menjadi narasumber dalam sesi Gambaran Umum Program Pelatihan.

Sementara itu, dosen Politeknik Pariwisata Makassar menjadi fasilitator dalam berbagai materi sesuai bidang keahlian masing-masing.

Materi tersebut meliputi destinasi pariwisata, industri pariwisata, kelembagaan pariwisata, SDM pariwisata, pemasaran pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Peserta Ikuti Studi Lapangan di Gowa dan Takalar

Sebagai bagian dari penerapan metode experiential learning, peserta mengikuti studi lapangan ke sejumlah destinasi wisata.

Lokasi yang dikunjungi antara lain Botanical Garden Denassa di Kabupaten Gowa, Pulau Sanrobengi atau Pantai Bintang Galesong, serta Pantai Mangindara di Kabupaten Takalar.

Melalui studi lapangan tersebut, peserta dapat mengamati langsung praktik pengelolaan destinasi wisata, mengidentifikasi potensi daerah, serta menggali inovasi yang dapat diterapkan di wilayah masing-masing.

Kolaborasi Kementerian Pariwisata, Politeknik Pariwisata Makassar, dan Pemerintah Kabupaten Takalar dalam PARDAS Angkatan V Tahun 2026 diharapkan dapat memperkuat kapasitas aparatur pariwisata di berbagai daerah.

Baca Juga:  Rekor MURI Warnai Puncak Kegiatan Hari PELINDO

Para peserta diharapkan mampu menjadi aparatur yang profesional, adaptif, dan agen perubahan dalam pembangunan pariwisata daerah untuk mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkualitas, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

(*/red)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *