Houthi Klaim Tembak Jatuh F-15 Saudi, Kuasai Akses Strategis Bab el-Mandeb

Reporter Burung Hantu
Houthi mengklaim telah menembak jatuh F-15 Arab Saudi. (ss/@MyLordBebo/ho)

MEDIAPESAN.COM | Sanaa – Kelompok Houthi Yaman mengklaim telah menembak jatuh sebuah jet tempur F-15 milik Arab Saudi dalam eskalasi terbaru konflik di Yaman, sementara kelompok tersebut memperkuat posisinya di sepanjang pantai Laut Merah dan kawasan strategis Bab el-Mandeb.

Houthi mengatakan pesawat itu ditembak jatuh di wilayah Marib pada 16 September. Kelompok tersebut merilis rekaman yang diklaim menunjukkan puing pesawat, termasuk bagian ekor dengan tanda bendera Saudi.

Sementara otoritas Saudi belum memberikan konfirmasi resmi mengenai rincian insiden tersebut.

- Iklan Google -

Dalam pernyataan yang bernada mengejek Saudi, Houthi menyerukan bahwa apa yang disebutnya sebagai “nasib Al Saud” adalah penyerahan diri dan penghinaan di Yaman.

Perkembangan tersebut terjadi setelah Houthi dalam beberapa hari terakhir merebut wilayah dan posisi strategis di sepanjang pesisir Laut Merah, termasuk kawasan dekat pelabuhan Mokha dan sejumlah pulau di sekitar Bab el-Mandeb.

Media-media internasional melaporkan kemajuan itu telah meningkatkan tekanan terhadap Saudi dan memperluas kendali Houthi atas salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Jasa Website & Artikel SEO
Jasa Website & Artikel SEO

Bab el-Mandeb, yang berarti “Gerbang Air Mata”, menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi jalur penting bagi kapal yang bergerak antara Asia dan Eropa melalui Terusan Suez. Selat tersebut juga merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dan komoditas global.

Besarnya dampak terhadap perdagangan global bergantung pada sejauh mana kapal komersial tetap menggunakan jalur tersebut.

Sebelum gangguan akibat serangan Houthi, koridor Laut Merah dan Terusan Suez secara normal menangani sekitar 30% perdagangan kontainer global, menurut sumber industri dan penelitian yang tersedia.

- Iklan Google -

Lalu lintas melalui Bab el-Mandeb telah menurun tajam selama krisis keamanan di Laut Merah. Data pelayaran yang dikutip sebelumnya menunjukkan jumlah kapal yang melintasi selat itu turun setelah serangan Houthi terhadap kepentingan Saudi.

Baca Juga:  Harga Minyak Dunia Naik: Pelaku Ekonomi Masih Mengamati Situasi Timur Tengah

Kemajuan Houthi juga memperumit posisi kelompok-kelompok Yaman yang didukung Saudi. Fragmentasi kekuatan anti-Houthi selama bertahun-tahun menjadi salah satu faktor yang memungkinkan kelompok tersebut mempertahankan wilayah dan meningkatkan kemampuan militernya.

Bagi pasar energi dan perdagangan internasional, persoalannya bukan hanya siapa yang secara formal menguasai selat tersebut, tetapi kemampuan Houthi untuk mengancam atau mengganggu pelayaran.

Gangguan yang berkelanjutan dapat mendorong perusahaan pelayaran mengalihkan kapal melalui Tanjung Harapan, menambah waktu tempuh, biaya bahan bakar dan premi asuransi.

Dengan posisi Houthi yang semakin kuat di pesisir Laut Merah, konflik Yaman kini kembali menjadi persoalan keamanan maritim dengan konsekuensi yang melampaui kawasan Timur Tengah.

(*/red)
Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *