Mahmoud Sabbah, Potret Keberanian Jurnalis Foto di Gaza

Reporter Burung Hantu
Seorang jurnalis foto di Gaza tetap bekerja di garis depan meski ancaman bom dan bahaya terus membayangi. Dengan kamera dan rompi bertuliskan PRESS, ia mendokumentasikan penderitaan warga agar dunia tidak berpaling.

Gaza | Mediapesan – Ledakan bom, ancaman kematian, dan ketidakpastian hidup menjadi keseharian Mahmoud Sabbah.

Di tengah reruntuhan bangunan dan jeritan korban, jurnalis foto Palestina itu tetap mengangkat kameranya, mendokumentasikan setiap fragmen kehancuran dan penderitaan manusia di Gaza.

Screenshot 20250818 165113 Telegram scaled

- Iklan Google -

Sabbah bukan satu-satunya. Banyak jurnalis di wilayah konflik ini memilih bertahan, meski kehilangan rekan kerja, anggota keluarga, bahkan rumah mereka sendiri.

Kami tidak punya senjata selain kamera. Inilah cara kami melawan hilangnya kebenaran, kata salah seorang jurnalis yang masih bertugas, menggambarkan tekad yang sama dengan Sabbah.

Dalam situasi yang terus memburuk, kerja mereka lebih dari sekadar profesi.

20250818 165753

Jasa Website & Artikel SEO
Jasa Website & Artikel SEO

Ia berubah menjadi misi: memastikan bahwa dunia tidak menutup mata terhadap apa yang terjadi.

Namun harga yang dibayar begitu tinggi. Organisasi internasional mencatat ratusan jurnalis tewas sejak awal serangan, menjadikan Gaza salah satu tempat paling berbahaya di dunia bagi pekerja media.

Meski demikian, gambar-gambar yang dibawa Sabbah dan rekan-rekannya terus menembus batas geografis, memperlihatkan wajah perang yang sesungguhnya.

- Iklan Google -

Di tengah reruntuhan, kamera-kamera itu menjadi saksi.

Dan lewat mereka, dunia dipaksa untuk melihat.

(*/red)
Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *