MEDIAPESAN.COM – Delapan Marinir Amerika Serikat mengalami luka ringan setelah sebuah rudal jelajah Iran menghantam kapal non-Angkatan Laut yang membawa mereka di Selat Hormuz pada 14 September lalu, menurut tiga pejabat AS yang dikutip NBC News.
Para pejabat mengatakan para Marinir mengalami gangguan akibat menghirup asap dan kemungkinan cedera otak traumatis ringan atau mild traumatic brain injury (mTBI). Gejalanya antara lain sakit kepala yang dapat muncul setelah seseorang mengalami benturan atau paparan ledakan.
Tidak ada korban yang dilaporkan mengalami kondisi serius. Para Marinir tersebut, yang terdiri dari tujuh personel tamtama dan seorang perwira dalam sebuah battalion landing team, diperkirakan dapat kembali menjalankan tugas dalam waktu dekat.
Kapal yang terkena serangan bukan merupakan kapal milik Angkatan Laut AS. Rincian mengenai identitas kapal dan keadaan serangan belum dipublikasikan secara resmi oleh Pentagon.
Mengapa Selat Hormuz penting?
Selat Hormuz merupakan jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Letaknya membuat kawasan tersebut sangat penting bagi perdagangan energi dan pelayaran internasional.
Gangguan keamanan di kawasan itu dapat berdampak jauh melampaui kapal atau personel yang berada di lokasi. Perubahan persepsi terhadap risiko pelayaran dapat memengaruhi keputusan perusahaan kapal, biaya pengiriman, asuransi dan, dalam situasi tertentu, pasar energi.
Karena itu, informasi mengenai insiden di Selat Hormuz biasanya mendapat perhatian internasional, meskipun rincian awal sebuah serangan dapat berubah setelah dilakukan penyelidikan.
Pentagon belum mengumumkan insiden
Menurut NBC News, serangan tersebut tidak diumumkan secara terbuka oleh Pentagon ketika terjadi. Cedera para Marinir kemudian tercatat dalam Defense Casualty Analysis System sekitar 10 hari setelah insiden.
NBC News menyatakan informasi tersebut diperoleh dari tiga pejabat AS yang mengetahui kejadian tersebut. Komando Pusat AS (US Central Command atau CENTCOM) tidak memberikan komentar ketika dimintai keterangan.
Belum ada penjelasan publik yang lebih lengkap mengenai kronologi serangan, jenis kapal yang terkena, maupun alasan informasi mengenai insiden tersebut tidak segera diumumkan.
Untuk saat ini, rincian mengenai serangan sebaiknya dipahami berdasarkan keterangan para pejabat yang dikutip NBC News, sementara konfirmasi resmi dari pihak militer AS masih terbatas.
Insiden tersebut menunjukkan bagaimana meningkatnya ketegangan di jalur pelayaran strategis dapat membawa risiko tidak hanya bagi kapal perang, tetapi juga bagi kapal non-militer dan personel yang berada di dalamnya.

