Satelit NASA Deteksi Sebaran Karbon Monoksida dari Kebakaran Hutan Indonesia hingga Malaysia dan Singapura

Reporter Burung Hantu
Data satelit NASA menunjukkan sebaran polusi karbon monoksida (CO) yang meluas akibat kebakaran hutan musiman di Indonesia, jum'at (16/10/2026). (ss/nasa/weathermonitor/ho)

Media Pesan – Data satelit NASA menunjukkan sebaran polusi karbon monoksida (CO) yang meluas akibat kebakaran hutan musiman di Indonesia, dengan massa polutan terpantau bergerak menuju Malaysia dan Singapura.

Visualisasi atmosfer bertanggal 16 Oktober 2026 tersebut memperlihatkan konsentrasi karbon monoksida yang tinggi di wilayah Indonesia dan sebagian Asia Tenggara.

Kondisi ini menyoroti potensi dampak lintas batas dari kebakaran hutan dan lahan terhadap kualitas udara regional.

- Iklan Google -

Karbon monoksida merupakan gas pencemar yang dihasilkan antara lain dari pembakaran biomassa.

Sebarannya di atmosfer dapat membantu peneliti memantau dampak kebakaran serta pergerakan polutan yang terbawa angin.

Namun, data satelit mengenai konsentrasi CO di atmosfer tidak secara langsung menunjukkan tingkat paparan polusi yang dihirup masyarakat di permukaan.

Jasa Website & Artikel SEO
Jasa Website & Artikel SEO

Penilaian kualitas udara membutuhkan data tambahan, termasuk pengukuran polutan di permukaan dan kondisi meteorologi.

(*/red)
Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *