Bupati Enrekang Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi Batch 5

Reporter Burung Hantu
Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch 5 yang digelar Pemerintah Kabupaten Enrekang bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep. (ft/ho)

MEDIA PESAN – Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga secara resmi membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch 5 yang digelar Pemerintah Kabupaten Enrekang bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep.

Pelatihan tersebut berlangsung selama 20 hari dengan kapasitas 16 peserta dalam setiap kelas. Program ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Kepala BPVP Pangkep Ashari Arifuddin mengatakan pihaknya menyiapkan 60 paket pelatihan. Pelaksanaan setiap paket disesuaikan dengan kesiapan peserta serta kebutuhan kompetensi di lapangan.

- Iklan Google -

Menurutnya, setiap kelas terdiri atas 16 peserta dan dirancang untuk memberikan keterampilan yang dapat diterapkan dalam pekerjaan maupun dikembangkan menjadi usaha mandiri.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Enrekang, Hasbar, mengatakan kerja sama tersebut merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja.

Ia mengatakan peningkatan kompetensi juga berkaitan dengan upaya mengurangi kemiskinan ekstrem. Tenaga kerja dengan keterampilan yang lebih baik dinilai memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan atau menciptakan usaha secara mandiri.

Jasa Website & Artikel SEO
Jasa Website & Artikel SEO

Bupati Yusuf Ritangnga mengatakan perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja menuntut sumber daya manusia yang kompeten, produktif, inovatif dan adaptif.

“Pembangunan sumber daya manusia harus menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan daerah,” katanya dalam pembukaan pelatihan.

Ia meminta peserta mengikuti pelatihan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, manfaat program tidak seharusnya berhenti pada sertifikat, tetapi harus diterapkan dalam pekerjaan atau kegiatan usaha setelah peserta kembali ke masyarakat.

Pembukaan PBK Batch 5 juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, BPVP Pangkep, lembaga pelatihan serta dunia usaha dan industri untuk menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

- Iklan Google -

Yusuf berharap kerja sama tersebut dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat Enrekang memperoleh akses terhadap pelatihan, sertifikasi dan peningkatan kompetensi.

Baca Juga:  Pelayanan Prima untuk Masyarakat: Satlantas Polres Takalar Rutin Atur Lalu Lintas Pagi Hari
(ijy)
Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *