Poltekpar Makassar dan Pemkab Majene Sepakati Kerja Sama Pengembangan Pariwisata

Reporter Burung Hantu
Direktur Poltekpar Makassar Herry Rachmat Widjaja bersama Bupati Majene Andi Achmad Syukri Tammalele dalam penandatanganan kesepakatan kerja sama pengembangan pariwisata, Jumat (30/10/2026). (ft/ho/mp)

MEDIA PESAN – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar dan Pemerintah Kabupaten Majene menjalin kerja sama pengembangan pariwisata, peningkatan SDM, serta penyusunan RIPPARKAB untuk mendukung pariwisata berkelanjutan.

Penandatanganan kesepakatan berlangsung di Gedung Rektorat Kampus Poltekpar Makassar, Jumat lalu (30/10/2026), dengan dihadiri Direktur Poltekpar Makassar, Herry Rachmat Widjaja, dan Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele, beserta jajaran masing-masing pihak.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan SDM, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penyusunan rencana induk pembangunan kepariwisataan, serta pemanfaatan sumber daya dan sarana prasarana.

- Iklan Google -

Salah satu agenda prioritas adalah penyusunan kajian Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPPARKAB) Majene sebagai landasan perencanaan pariwisata yang terarah dan berkelanjutan.

Direktur Poltekpar Makassar, Herry Rachmat Widjaja, mengatakan institusinya siap mendukung pembangunan pariwisata di kawasan Indonesia Timur melalui keahlian akademik dan kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Ia menyebut Poltekpar Makassar memiliki pengalaman mendampingi penyusunan RIPPARKAB di sejumlah daerah, termasuk Jeneponto dan Tana Toraja di Sulawesi Selatan serta Kabupaten Mamasa di Sulawesi Barat. Pada 2025, institusi tersebut juga terlibat dalam penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Objek Wisata (RIPPOW) Kabupaten Mamasa.

Jasa Website & Artikel SEO
Jasa Website & Artikel SEO

Menurut Herry, kerja sama dengan Majene diharapkan tidak berhenti pada penyusunan dokumen perencanaan, tetapi berkembang menjadi program pendidikan, penelitian terapan, peningkatan kompetensi pelaku pariwisata, dan pendampingan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Majene Andi Achmad Syukri Tammalele mengatakan pengembangan pariwisata membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi sebagai unsur akademisi dalam pendekatan pentahelix.

Ia berharap kemitraan tersebut dapat memperkuat perencanaan dan pengelolaan potensi wisata daerah sekaligus mendukung visi pembangunan Majene Maju, Mandiri, dan Berbudaya dalam Bingkai Religius.

- Iklan Google -

Majene memiliki sejumlah potensi wisata bahari, alam, dan budaya, termasuk kekayaan tradisi Mandar serta peninggalan sejarah daerah. Beberapa kawasan yang disebut memiliki daya tarik wisata antara lain Mangrove Tamo, Dato, Barane, Pantai Taraujung, dan kawasan ekowisata Limboro Rambu-Rambu yang memiliki pemandian air panas Makula.

Baca Juga:  Poltekpar Makassar Pertahankan Predikat “Informatif” Tiga Tahun Berturut, Bukti Konsistensi Transparansi Publik

Bupati mengatakan pemilihan Poltekpar Makassar sebagai mitra didasarkan pada pengalaman dan kompetensinya sebagai perguruan tinggi vokasi pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata.

Pemkab Majene berharap kajian RIPPARKAB dapat segera direalisasikan dan menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan pariwisata, termasuk mendukung proses pembentukan peraturan daerah sesuai ketentuan yang berlaku.

Kedua pihak juga menargetkan kerja sama tersebut mendorong pengembangan destinasi yang memperhatikan kelestarian lingkungan, pelestarian budaya lokal, dan keterlibatan masyarakat agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih luas.

(*/red)
Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *