Mediapesan | Makassar – Politeknik Pariwisata Makassar menggelar Festival Jepang bertajuk “Mari Merasakan Jepang” di Hotel D’Anjong, Kampus Poltekpar Makassar, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang pendidikan, budaya, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) pariwisata.
Festival tersebut diikuti siswa dari SMA Negeri 5 Makassar, SMA Negeri 17 Makassar, dan SMA Negeri 21 Makassar. Hadir pula perwakilan sukarelawan kerja sama luar negeri Jepang serta sembilan volunteer asal Jepang dari berbagai lokasi penugasan.
Kegiatan ini turut didukung dua volunteer dari Japan International Cooperation Agency (JICA), yakni Maruyama Isamu sebagai pengajar bahasa Jepang dan Kinoshita Kurumi sebagai pengajar masakan Jepang di Program Studi Seni Kuliner.
Ketua panitia, Hj. Ratnah, M.Pd., mengatakan festival ini tidak sekadar mengenalkan budaya Jepang, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan bilateral kedua negara.
“Festival ini menjadi ruang interaksi budaya sekaligus memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Jepang, khususnya di bidang pendidikan,” ujarnya.
Direktur Poltekpar Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, M.M.Par., menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi dengan mitra dari Jepang. Kami berharap kolaborasi ini terus berkembang, tidak hanya dalam bahasa dan budaya, tetapi juga peningkatan kompetensi mahasiswa agar mampu bersaing secara global,” kata Herry.
Pembukaan acara ditandai dengan permainan katekombō sebagai simbol dimulainya festival, mencerminkan semangat kebersamaan dan pertukaran budaya.
- Iklan Google -
Dalam sesi utama, Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, Dr. Koichi Ohashi, Ph.D., memaparkan kondisi Jepang terkini dari sisi sosial dan politik, serta berbagai program pemerintah Jepang seperti beasiswa dan kerja sama yang telah berjalan di Indonesia. Sesi berlangsung interaktif melalui tanya jawab dan ditutup dengan permainan tradisional kendama.
Peserta juga diajak mengunjungi berbagai booth tematik yang menghadirkan pengalaman langsung budaya Jepang, mulai dari kuliner seperti sushi dan takoyaki, penggunaan yukata, kaligrafi Jepang (shodō), hingga tradisi minum teh dan permainan seperti origami serta kendama.
Selain itu, pemaparan mengenai kiat mempelajari bahasa Jepang secara praktis disampaikan oleh Taufik Hafid, S.Pd., yang disambut antusias peserta.
Kegiatan ditutup dengan kuis dan permainan interaktif guna memperkuat pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan.
Melalui kegiatan ini, Poltekpar Makassar menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring kerja sama internasional serta meningkatkan kompetensi bahasa dan pemahaman lintas budaya sebagai bekal menghadapi persaingan global di sektor pariwisata.



