MEDIAPESAN.COM | Washington – Angkatan Udara Amerika Serikat mengakui bahwa kekurangan suku cadang telah mendorong teknisi menggunakan komponen dari sejumlah pesawat pembom B-52 untuk membantu mempertahankan pesawat lain tetap beroperasi.
Komandan Air Force Global Strike Command, Jenderal Stephen L. Davis, mengatakan sekitar 17 B-52 sempat berada di fasilitas perawatan karena menunggu komponen yang dibutuhkan. Ia juga mengatakan setiap sayap memiliki sekitar dua hingga tiga pesawat yang dikandangkan dalam jangka panjang dan dapat menjadi sumber suku cadang.

Praktik tersebut dikenal sebagai cannibalization, yakni mengambil komponen yang masih dapat digunakan dari satu pesawat untuk dipasang pada pesawat lain.
Namun, angka 17 pesawat tidak berarti seluruhnya dibongkar untuk diambil komponennya. Pernyataan Davis menggambarkan penumpukan pesawat di fasilitas perawatan akibat keterbatasan pasokan, sementara pengambilan suku cadang dari pesawat yang tidak sedang digunakan menjadi salah satu cara untuk menjaga armada tetap siap terbang.
Masalah pasokan B-52 telah berlangsung selama bertahun-tahun. Pemerintah AS sebelumnya mengidentifikasi komponen yang sudah usang, keterbatasan sumber manufaktur dan lamanya waktu perbaikan sebagai sejumlah penyebab kekurangan suku cadang.
Air Force Global Strike Command pada September 2026 meluncurkan North Star Readiness Campaign, bekerja sama dengan Air Force Materiel Command dan Defense Logistics Agency, untuk mempercepat pengadaan suku cadang, dukungan teknis dan pemeliharaan depot bagi armada B-52 dan B-1.
B-52 Stratofortress telah beroperasi selama lebih dari enam dekade. Angkatan Udara AS sedang memodernisasi pesawat tersebut, termasuk penggantian mesin, avionik dan sejumlah sistem utama, dengan tujuan mempertahankan B-52 dalam layanan hingga dekade 2050-an.

