PMI Salurkan 20.000 Liter Air Bersih di Nagekeo

Reporter Burung Hantu
Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan 20.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, (4/9/2026).

MEDIAPESAN.COM | NAGEKEO, Nusa Tenggara Timur – Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan 20.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari respons pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.

Distribusi dilakukan PMI Kabupaten Nagekeo melalui layanan Water, Sanitation and Hygiene (WASH) di Desa Marapokot, Nggolonio dan Aeramo.

Di Desa Marapokot, sebanyak 5.000 liter air disalurkan ke Posko TPU dan menjangkau 53 kepala keluarga atau 203 jiwa. Penerima bantuan termasuk kelompok rentan seperti lansia, balita, penyandang disabilitas, ibu hamil dan ibu menyusui.

- Iklan Google -

Sebanyak 5.000 liter lainnya disalurkan kepada tujuh kepala keluarga atau 28 jiwa di RT 03 dan RT 04 Desa Nggolonio. Sementara di RT 17 Desa Aeramo, PMI menyalurkan 5.000 liter untuk lima kepala keluarga atau 33 jiwa, dengan penerima antara lain anak-anak, lansia dan ibu menyusui.

Air bersih diambil dari sumur bor Lape dan didistribusikan langsung ke wadah penampungan milik warga, termasuk bak semen dan viber. PMI juga mengirimkan satu rit air untuk memenuhi kebutuhan di posko.

“Setelah gempa, kebutuhan air bersih menjadi salah satu hal yang cukup penting bagi masyarakat. Kami berusaha memastikan air bisa sampai langsung ke warga yang membutuhkan,” kata Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo.

Dengan distribusi tersebut, PMI Kabupaten Nagekeo telah menyalurkan 120.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak dan posko sejak layanan distribusi dimulai pada 5 Agustus 2026.

Jasa Website & Artikel SEO
Jasa Website & Artikel SEO

PMI mengatakan distribusi air akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan wadah penyimpanan serta menggunakan air secara bijak selama masa tanggap darurat.

Baca Juga:  Kepala BP2MI Prihatin Pemerintah Tak Bisa Bangun Shelter Bagi PMI
(*/red)
Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *