Warga Soroti Proyek Drainase Dana Desa di Enrekang, Dinilai Berulang di Titik yang Sama

Reporter Burung Hantu
Warga menunjukkan kondisi saluran drainase di Dusun Lebang, Desa Lebang, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, yang menjadi sorotan masyarakat terkait proyek dana desa yang dinilai belum tuntas.

Mediapesan | Enrekang – Proyek pembangunan drainase yang bersumber dari dana desa di Desa Lebang, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, menjadi sorotan warga.

Sejumlah masyarakat menilai pekerjaan pada saluran besar di Dusun Lebang dilakukan berulang kali pada titik yang sama namun tidak memberikan hasil yang tuntas.

Salah seorang warga Desa Lebang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan pekerjaan drainase tersebut disebut telah dianggarkan beberapa kali.

- Iklan Google -
Mediapesan.com terdaftar di LPSE dan E-Katalog Klik gambar untuk melihat Katalog kami.

Namun menurutnya, hasil pekerjaan dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap penanganan aliran air di wilayah tersebut.

“Di lokasi itu sudah beberapa kali dianggarkan untuk pembangunan dan pengerukan drainase, tapi sampai sekarang belum terlihat hasil yang benar-benar tuntas,” kata warga tersebut kepada wartawan.

Ia menyebutkan, selain pembangunan drainase, kegiatan pengerukan pada selokan besar juga pernah dilakukan lebih dari sekali. Namun menurutnya, kondisi saluran kembali tertimbun setelah terjadi banjir.

Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja

“Baru sekali banjir, hasil pengerukan langsung tertutup lagi. Warga jadi mempertanyakan efektivitas pekerjaan itu,” ujarnya.

Warga tersebut juga menilai proses pengerjaan seharusnya memperhatikan aspek teknis. Ia menyebut pengerukan drainase idealnya dimulai dari bagian hilir yang terhubung dengan aliran Sungai Saddang agar aliran air dapat mengalir dengan baik.

Namun menurutnya, alat berat yang digunakan saat pekerjaan berlangsung hanya mengeruk dari area dekker yang berada di antara Dusun Lebang dan Bissakan hingga ke bagian tengah saluran.

- Iklan Google -

“Kalau tidak dimulai dari hilir, air tidak punya jalur keluar. Akhirnya seperti membentuk palung, sehingga saat banjir datang langsung tertutup kembali,” jelasnya.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan warga terkait pengelolaan anggaran dana desa. Sejumlah warga berharap adanya keterbukaan informasi mengenai perencanaan hingga pelaksanaan proyek yang menggunakan dana publik.

Baca Juga:  KONI Makassar Bakal Gelar Porkot Makassar Ke-VIII tahun 2023, Camat Bontoala Siapkan 178 Atlet Terbaiknya

Masyarakat juga meminta pihak terkait melakukan evaluasi agar penggunaan dana desa benar-benar memberikan manfaat bagi warga.

Warga Desa Lebang berharap pembangunan infrastruktur desa dapat direncanakan secara matang dan dilaksanakan secara transparan sehingga mendukung kemajuan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(Indrajaya Yus)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *