Jejak Sejarah Pohon Peneduh Jalan: Dari Strategi Militer hingga Penjaga Lingkungan

Reporter Burung Hantu
Pohon asam peneduh jalan.

MEDIAPESAN.COM – Pepohonan besar yang tumbuh di sepanjang jalan ternyata bukan sekadar penghias kota atau peneduh bagi pengguna jalan.

Dalam catatan sejarah, pohon-pohon tersebut dahulu ditanam sebagai “payung alami” untuk melindungi serdadu dan pengangkut logistik dari panas terik saat melakukan perjalanan jarak jauh.

Pemilihan jenis pohon dilakukan dengan pertimbangan khusus. Pohon yang ditanam umumnya memiliki batang kuat, kanopi lebar, akar kokoh, serta tahan terhadap terpaan angin. Selain memberi keteduhan, keberadaan pohon juga membantu menjaga kondisi jalan agar lebih stabil dan tidak mudah rusak akibat cuaca ekstrem.

- Iklan Google -

Tak hanya itu, beberapa jenis pohon dipilih karena menghasilkan buah yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal perjalanan. Fungsi ini membuat jalur transportasi pada masa lalu menjadi lebih efisien bagi para pelintas, terutama di wilayah dengan perjalanan panjang dan minim persinggahan.

Kini, keberadaan pohon peneduh di sepanjang jalan memiliki manfaat yang semakin penting. Selain mengurangi suhu panas, pepohonan juga membantu menyerap polusi udara, menghasilkan oksigen, serta mengurangi risiko banjir dengan meningkatkan resapan air ke tanah.

Para pemerhati lingkungan menilai pelestarian pohon tua di kawasan jalan raya perlu menjadi perhatian bersama. Di tengah meningkatnya suhu perkotaan dan perubahan iklim, pohon peneduh berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menjadi bagian dari warisan sejarah.

Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur hijau telah diterapkan sejak masa lampau, bukan hanya demi kenyamanan, tetapi juga sebagai strategi mendukung mobilitas dan keberlanjutan lingkungan.

(*/red)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *