MEDIAPESAN.COM | Makassar – Politeknik Pariwisata Makassar melalui Program Studi Pengelolaan Perhotelan (PPH) menggelar pelatihan bertajuk “Home Barista to Coffeepreneur” sebagai bagian dari implementasi Mata Kuliah Aplikasi Manajemen Mahasiswa (APM).
Kegiatan berlangsung di Laboratorium Restoran kampus dan melibatkan 30 warga Kelurahan Bongaya, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.
Program ini menjadi bentuk pembelajaran berbasis praktik yang mengintegrasikan kompetensi akademik mahasiswa dengan kebutuhan riil masyarakat.
Dalam skema APM, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori manajemen di ruang kelas, tetapi juga dituntut mampu mengaplikasikannya secara langsung melalui pelatihan dan pendampingan.
Pelatihan “Home Barista to Coffeepreneur” dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis pengolahan kopi sekaligus wawasan kewirausahaan.
Materi yang diberikan meliputi teknik dasar penyeduhan kopi, pengenalan jenis dan karakteristik kopi, hingga teknik penyajian minuman kopi yang memiliki nilai jual.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai peluang usaha di sektor minuman berbasis kopi yang dinilai terus mengalami pertumbuhan.
Dengan pendekatan ini, peserta diharapkan tidak hanya mampu menjadi barista rumahan, tetapi juga berkembang menjadi pelaku usaha mandiri di bidang kopi.
Tak berhenti pada aspek produksi, kegiatan ini turut menekankan pentingnya pengelolaan usaha yang berkelanjutan.
Peserta dibekali edukasi terkait strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, serta pengelolaan keuangan usaha secara sederhana namun efektif.
- Iklan Google -
Kegiatan dibuka oleh Wakil Direktur I Politeknik Pariwisata Makassar, Muhammad Arfin Muhammad Salim, dan dihadiri oleh Lurah Bongaya, Andi Irmiyanti Mastulen.
Kehadiran pemerintah setempat menjadi bentuk dukungan terhadap kolaborasi antara institusi pendidikan vokasi dan masyarakat dalam mendorong pemberdayaan ekonomi.
Muhammad Arfin Muhammad Salim dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian kampus kepada masyarakat.
Ia menekankan pentingnya perpaduan antara keterampilan teknis dan jiwa kewirausahaan dalam membangun usaha di sektor kopi.
“Kegiatan APM dengan tema Home Barista to Coffeepreneur ini merupakan bentuk kontribusi kami kepada masyarakat, khususnya warga Kelurahan Bongaya. Kami berharap peserta tidak hanya mahir menyeduh kopi, tetapi juga mampu melihat peluang bisnis yang lebih besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, transformasi dari barista rumahan menjadi pelaku usaha kopi membutuhkan pemahaman menyeluruh, baik dari sisi produksi maupun manajemen usaha.
“Dengan fasilitas yang dimiliki kampus, kami ingin memberikan bekal yang komprehensif agar masyarakat dapat meningkatkan kemandirian ekonomi melalui industri kopi yang berkembang pesat,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Politeknik Pariwisata Makassar menegaskan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat berbasis kompetensi vokasi.
Ke depan, program serupa diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Selain mendorong lahirnya wirausaha baru di sektor industri kreatif, khususnya kopi, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di tingkat lokal.



