IISMEX 2026 Dibuka, Menko AHY Tekankan Pentingnya Ketahanan Air dan Kolaborasi Teknologi

Reporter Burung Hantu
Menko AHY meninjau pameran teknologi air dan smart city dalam rangkaian IISMEX 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Jakarta – Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2026 resmi dibuka bersamaan dengan Indo Water 2026 Expo & Forum, Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, dan Indo Firex di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Selasa lalu (11/8/2026).

Rangkaian pameran yang digelar PT Napindo Media Ashatama ini mempertemukan pemerintah, dunia usaha, industri teknologi, akademisi, asosiasi, hingga mitra internasional.

Opening Ceremony secara resmi dibuka Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

- Iklan Google -

Dalam sambutannya, AHY menekankan pentingnya ketahanan air atau water security sebagai salah satu agenda strategis pembangunan nasional.

Menurut AHY, persoalan air tidak bisa dilihat sebagai persoalan sektoral semata. Ketahanan air berkaitan erat dengan ketahanan pangan, energi, kesejahteraan masyarakat, serta keberlanjutan pembangunan.

Pemerintah tidak mungkin sendirian, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, bersama dengan kalangan akademisi, dan industri bisnis,” ujar AHY.

Jasa Website & Artikel SEO
Jasa Website & Artikel SEO

Dia mengatakan teknologi yang dipamerkan dalam Indo Water dan rangkaian pameran lainnya dapat menjadi bagian dari solusi menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Indonesia.

IMG 20260812 WA0646

Kolaborasi pemerintah dan industri, kata AHY, juga dapat dikembangkan melalui joint research dan joint production guna memperkuat kemandirian teknologi nasional.

- Iklan Google -

“Ketika kita punya masalah atau tantangan, kita bisa mencari solusi dengan sejumlah teknologi yang sudah tersedia di sini. Kita bisa melakukan joint research, joint production, dan pada akhirnya kita ingin menunjukkan kemandirian teknologi dalam negeri,” jelasnya.

Smart City Tak Sekadar Digitalisasi

AHY menilai ketahanan air memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan kota cerdas. Pengelolaan air, energi, lingkungan, limbah, keamanan, hingga infrastruktur digital membutuhkan pendekatan yang terintegrasi.

Baca Juga:  Harga Internet Indonesia Termahal se-ASEAN, Kecepatan Masih Tertinggal Jauh

Karena itu, penyelenggaraan sejumlah pameran secara bersamaan dinilai menjadi platform strategis untuk mempertemukan solusi teknologi dengan kebutuhan pembangunan di lapangan.

Tahun ini, rangkaian pameran tersebut menempati area sekitar 20.000 meter persegi dengan lebih dari 700 peserta dari 23 negara.

Ketua Umum DPP APTIKNAS sekaligus Ketua Umum DPP APKOMINDO, Ir. Soegiharto Santoso atau Hoky, turut hadir dalam pembukaan.

Hoky mengapresiasi konsistensi PT Napindo Media Ashatama dalam menghadirkan platform yang mempertemukan pemerintah dengan pelaku industri.

Menurutnya, APTIKNAS telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Indonesia International Smart City Expo & Forum sejak awal penyelenggaraan pada 2017.

Bagi APTIKNAS, kegiatan seperti ini bukan sekadar pameran, tetapi menjadi ruang bertemunya pemerintah, industri, akademisi, asosiasi, dan pelaku teknologi untuk mencari solusi nyata bagi berbagai tantangan pembangunan,” kata Hoky.

Dia menilai konsep smart city tidak hanya berkaitan dengan digitalisasi pelayanan publik.

Pengelolaan air, energi, lingkungan, keamanan, mobilitas, dan pelayanan publik secara terintegrasi juga merupakan bagian penting dari pembangunan kota cerdas.

“Smart city pada akhirnya bukan hanya tentang teknologi digital. Bagaimana kita mengelola air, energi, lingkungan, keamanan, mobilitas, dan pelayanan publik secara terintegrasi juga merupakan bagian dari smart city,” ujarnya.

Hoky menambahkan keterlibatan industri teknologi nasional perlu diperkuat agar solusi yang ditawarkan tidak berhenti pada ruang pameran.

Menurut dia, berbagai inovasi tersebut perlu diarahkan menjadi kerja sama, investasi, riset, transfer teknologi, hingga implementasi di berbagai daerah.

Indo Water Berusia 25 Tahun

Memasuki usia 25 tahun penyelenggaraan Indo Water, Napindo juga menggelar Silver Reception sebagai bentuk apresiasi kepada peserta pameran, kementerian, lembaga, asosiasi, agen internasional, serta mitra strategis.

Baca Juga:  Google Luncurkan Chip Trillium, Janjikan Peningkatan Kinerja 5 Kali Lipat di Pusat Data AI

Napindo juga memperkenalkan identitas baru Indo Firex, Rescue & Disaster Expo & Forum. Identitas tersebut akan mulai diterapkan pada penyelenggaraan 2027 dengan cakupan lebih luas, mulai dari proteksi kebakaran, pencarian dan pertolongan, penanggulangan bencana, hingga keselamatan dan kesehatan kerja.

Penguatan kerja sama internasional turut dilakukan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Global MICE Experts Group (GMEG) Korea Selatan.

Kerja sama tersebut mencakup pemasaran internasional, rekrutmen peserta pameran, penguatan jejaring bisnis, konferensi, business matchmaking, serta promosi internasional.

Rangkaian kegiatan IISMEX 2026 dan pameran terkait juga diisi berbagai forum, seminar, pelatihan, technical product presentation, spotlight zone, coaching clinic, hingga live demonstration.

IISMEX 2026 dan rangkaian pameran tersebut berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Penyelenggaraan bersama ini diharapkan dapat mempertemukan teknologi, kebijakan, investasi, dan kebutuhan pembangunan untuk menghasilkan kolaborasi serta solusi konkret bagi pembangunan Indonesia yang cerdas, tangguh, aman, dan berkelanjutan.

(*/red)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *