Mahasiswa UNIMEN Raih Juara 1 Kompetisi Video Kampanye Kebudayaan Nasional 2026

Reporter Burung Hantu
Tim mahasiswa UNIMEN meraih Juara 1 kategori Video Kampanye Kebudayaan pada Pekan Budaya Nasional 2026 di Universitas Hasanuddin. (ft/ijy/ho)

MEDIA PESAN – Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) meraih Juara 1 kategori Video Kampanye Kebudayaan dalam Pekan Budaya Nasional 2026 yang diselenggarakan Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, pada 20 Juli hingga 29 Oktober 2026.

Ketiga mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling tersebut adalah Repki Paujan, Nur Qalbi, dan Chandra Fa’izul Putra. Mereka memenangkan kompetisi melalui video bertajuk “Kaluppini: Jejak Identitas yang Tak Lekang Waktu”, setelah bersaing dengan 18 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Repki mengatakan, kompetisi tersebut diikuti 19 perguruan tinggi. Proses penilaian dimulai dari seleksi video yang dikirimkan kepada panitia, kemudian dipilih enam tim terbaik untuk mempresentasikan karya secara langsung di hadapan juri dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin.

- Iklan Google -

Tim UNIMEN berhasil melewati seluruh tahapan penilaian dan menempati posisi pertama. Universitas Hasanuddin meraih Juara 2, sedangkan Universitas Muslim Indonesia berada di posisi ketiga.

“Kami sangat bersyukur dan bahagia. Prestasi ini menjadi bukti bahwa UNIMEN mampu bersaing di tingkat nasional, termasuk dengan mahasiswa dari perguruan tinggi ternama,” kata Repki.

Mahasiswa UNIMEN meraih Juara 1 Video Kampanye Kebudayaan Pekan Budaya Nasional 2026 melalui karya tentang identitas budaya Kaluppini.
Mahasiswa UNIMEN meraih Juara 1 Video Kampanye Kebudayaan Pekan Budaya Nasional 2026 melalui karya tentang identitas budaya Kaluppini. (ft/ijy/ho)

Dosen pendamping sekaligus Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling UNIMEN, Dr. Muhammad Junaedi, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa kemampuan akademik dapat menjadi modal untuk menghasilkan karya lintas bidang, termasuk pelestarian budaya.

Menurut dia, latar belakang mahasiswa di bidang Bimbingan dan Konseling justru memberikan perspektif tersendiri dalam mengangkat nilai-nilai kebudayaan.

Jasa Website & Artikel SEO
Jasa Website & Artikel SEO

Ia menjelaskan, proses produksi video berlangsung sekitar tiga bulan dan menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah terhapusnya rekaman yang telah diambil sehingga tim harus kembali ke lapangan untuk melakukan pengambilan gambar ulang.

“Tugas kami sebagai pendamping bukan menentukan jalan mereka, tetapi memastikan mereka tidak berjalan sendirian,” ujar Junaedi.

Junaedi mengapresiasi dukungan Rektor UNIMEN dan seluruh civitas akademika yang membantu mahasiswa menyelesaikan karya hingga meraih penghargaan tertinggi.

Baca Juga:  Buka Rangkaian HPN 2026 di Banten, Firdaus Minta Anggota SMSI Jaga Integritas dan Utamakan Akurasi

Ia berharap prestasi tersebut dapat mendorong lebih banyak mahasiswa UNIMEN untuk mengikuti kompetisi di tingkat nasional sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Enrekang kepada masyarakat luas.

- Iklan Google -
(ijy)
Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *