MEDIAPESAN.COM | Makassar – Persoalan sampah di perkotaan tidak berakhir ketika sampah diangkut petugas. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat berpindah dari rumah ke jalan, saluran air hingga sungai dan berpotensi memicu banjir, pencemaran serta masalah kesehatan.
Pesan tersebut disampaikan melalui materi kampanye lingkungan yang mendorong warga Makassar mengubah kebiasaan membuang sampah menjadi memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.
Materi itu mengutip Instruksi Wali Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2026 yang mendorong gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber. Konsep yang ditawarkan sederhana, yakni menggunakan dua wadah untuk memisahkan sampah organik dan anorganik.
Sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau pupuk, sementara sampah anorganik dapat diarahkan ke bank sampah. Pemilahan sejak awal dinilai dapat mengurangi beban pengelolaan sampah sekaligus membuka nilai ekonomi dari sampah yang masih dapat dimanfaatkan.
Kampanye tersebut juga menekankan bahwa membuang sampah sembarangan pada akhirnya memindahkan biaya dan dampak persoalan kepada masyarakat lain. Karena itu, kebersihan kota tidak hanya bergantung pada petugas kebersihan, tetapi juga pada perilaku warga.
Perubahan pengelolaan sampah di Makassar dimulai dari rumah—memilah sebelum membuang, mengolah sebelum menjadi masalah.

