Poltekpar Makassar Dorong Penguatan Desa Wisata Berbasis Ekowisata di Geopark Maros–Pangkep

Reporter Burung Hantu
Peserta PKM Politeknik Pariwisata Makassar bersama masyarakat berfoto usai pelatihan pengelolaan desa wisata di kawasan Geopark Maros–Pangkep.

MEDIAPESAN.COM | Makassar – Politeknik Pariwisata Makassar melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) guna mendukung pengembangan kawasan Geopark Maros–Pangkep.

Program ini didukung Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan difokuskan pada penguatan tata kelola desa wisata berbasis masyarakat serta kelestarian lingkungan.

Kegiatan diawali dengan survei lapangan pada 17 April 2026. Selanjutnya, pada 18 April 2026, program dilaksanakan di Kelurahan Balleangin, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, dengan tema pengelolaan kawasan wisata geopark berbasis ekowisata dan community-based tourism (CBT).

- Iklan Google -

Rangkaian kegiatan berlanjut pada 19 April 2026 di Desa Tunikamaseang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, yang mengangkat pengelolaan potensi alam dan budaya desa untuk mendukung desa wisata ramah lingkungan.

Sebanyak 70 peserta terlibat dalam kegiatan ini, masing-masing lokasi diikuti 35 orang. Mayoritas peserta merupakan perempuan, ibu rumah tangga, serta pemuda penggerak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Keterlibatan masyarakat lokal menjadi elemen utama dalam mendorong pengelolaan destinasi wisata yang partisipatif dan berkelanjutan.

Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja

Program ini menghadirkan sejumlah narasumber internal kampus, di antaranya Windra Aini, Muh Rusdi, Mukarramah Machmud, serta Rani Dian Aryani Rasyid. Selain itu, narasumber eksternal turut hadir, yakni Muliati dan Hasrul.

Sekretaris P3M Poltekpar Makassar, Muh Yahya, menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis ekowisata.

Ia menekankan pentingnya pemahaman tata kelola yang mengedepankan partisipasi aktif dan prinsip keberlanjutan.

- Iklan Google -

Sementara itu, Kepala P3M Poltekpar Makassar, Ilham Junaid, menegaskan bahwa pengembangan geopark tidak hanya berorientasi pada pariwisata, tetapi juga mencakup fungsi edukasi, konservasi, serta pemberdayaan masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Wamenparekraf Dorong Mahasiswa Poltekpar Makassar Bangun Pariwisata Berkelas Dunia

Perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangkep yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas konsistensi Poltekpar Makassar dalam melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam forum tersebut juga ditegaskan bahwa masyarakat lokal memiliki peran sentral dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.

Sebagai luaran, peserta memperoleh peningkatan pengetahuan terkait pengelolaan desa wisata serta dukungan media promosi bertema geopark.

Selain itu, dilakukan pemasangan papan informasi di masing-masing lokasi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dan wisatawan.

Melalui program ini, Poltekpar Makassar menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk mengembangkan pariwisata berbasis ilmu pengetahuan, kearifan lokal, dan prinsip keberlanjutan.

(*/red)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *