UNIMEN Dampingi Transformasi Usaha Gula Aren di Enrekang Melalui Teknologi dan Pemasaran Digital

Reporter Burung Hantu
Penyerahan dukungan teknologi pengolahan gula aren dari Tim PKM UNIMEN kepada perwakilan pengrajin Desa Tapong, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, sebagai upaya meningkatkan produktivitas, mutu produk, dan daya saing usaha berbasis potensi lokal.

MEDIAPESAN.COM | Enrekang – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) memberikan pendampingan kepada pelaku usaha gula aren di Desa Tapong, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, melalui pelatihan teknologi produksi, penguatan manajemen usaha, hingga strategi pemasaran digital.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat itu merupakan bagian dari program PKM yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Ketua Tim PKM UNIMEN Nursyawal Nacing di Enrekang mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas dan mutu gula aren sekaligus memperkuat daya saing usaha berbasis potensi lokal di Desa Tapong.

- Iklan Google -

“Program ini dirancang untuk menghadirkan solusi yang komprehensif, mulai dari aspek produksi, pengelolaan usaha, hingga strategi pemasaran agar pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar,” katanya.

Ia menjelaskan para pengrajin gula aren selama ini masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti proses produksi yang belum optimal, standar mutu yang belum seragam, kemasan yang masih sederhana, serta keterbatasan akses pemasaran.

Melalui program bertajuk “Peningkatan Produktivitas dan Mutu Gula Aren Melalui Penerapan Teknologi Evaporator Vakum, Inovasi Kemasan Ramah Lingkungan, dan Pemasaran Digital di Desa Tapong Enrekang”, tim PKM melaksanakan tiga kegiatan utama.

Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja

Kegiatan pertama berupa pelatihan penggunaan teknologi evaporator vakum dan pendampingan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengolahan serta pengendalian mutu produk gula aren.

Menurut Nursyawal, teknologi evaporator vakum dapat membantu meningkatkan efisiensi proses pengolahan nira aren menjadi gula aren dengan kualitas yang lebih baik dan lebih konsisten.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan penyusunan SOP untuk mendukung penerapan standar mutu yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Baca Juga:  UNIMEN Kukuhkan 248 Lulusan: Rektor Paparkan Capaian, Pemerintah Daerah Beri Apresiasi

- Iklan Google -

Sementara itu, anggota tim PKM Imam Akbar memberikan pelatihan mengenai pencatatan keuangan, perencanaan usaha, dan pemasaran digital.

Ia mengatakan pelaku usaha perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan secara sistematis serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar.

“Dengan pelatihan ini diharapkan masyarakat mampu mengelola usaha secara lebih profesional dan memperluas pemasaran melalui berbagai platform digital,” ujarnya.

Kegiatan berikutnya difokuskan pada inovasi kemasan dan penguatan identitas merek yang dipandu oleh Wilda Widiawati.

IMG 20260615 WA0189

Menurut Wilda, kemasan yang menarik dan ramah lingkungan dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat daya saing di pasar.

Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pendampingan mengenai desain kemasan serta strategi membangun merek produk gula aren agar lebih mudah dikenali konsumen.

Tim PKM UNIMEN berharap sinergi antara penerapan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan pemasaran dapat mendorong transformasi usaha gula aren menuju tata kelola yang lebih modern, berkelanjutan, dan berorientasi pasar.

Masyarakat Desa Tapong menunjukkan antusiasme tinggi selama pelaksanaan kegiatan dan berharap pendampingan serupa dapat terus berlanjut guna mendukung pengembangan usaha gula aren sebagai salah satu potensi ekonomi lokal di Kabupaten Enrekang.

(Indrajaya Yus)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *