Pengembangan UMKM Halal Jadi Fokus Penelitian Dasar 2026 di Desa Bonto Bunga Maros

Reporter Burung Hantu
Tim peneliti UMI menggelar FGD dan pengumpulan data UMKM di Desa Bonto Bunga, Maros. Penelitian Dasar 2026 ini fokus pada pengembangan sistem halal, daya saing usaha, dan ketahanan pangan daerah.

MEDIAPESAN.COM | Maros – Tim peneliti dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar kegiatan pengumpulan data (data gathering) dan Focus Group Discussion (FGD) di Desa Bonto Bunga, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Proyek Penelitian Dasar Tahun 2026 yang didanai oleh DPPM KemendiktiSaintek.

Desa Bonto Bunga yang berjarak sekitar 17 kilometer dari Kota Makassar dipilih sebagai lokasi penelitian karena dinilai memiliki potensi pengembangan usaha masyarakat yang cukup besar, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan.

- Iklan Google -

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Desa Bonto Bunga, H. Muh Nasir, S.Ag. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan penelitian tersebut dan berharap hasil kajian nantinya dapat membantu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha di wilayahnya.

“Kami menyambut baik kegiatan ini dan siap mendukung seluruh proses penelitian agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha di Desa Bonto Bunga,” ujarnya.

Peneliti utama kegiatan, Dr. Muhammad Nusran, dosen Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UMI sekaligus alumni AeU Kuala Lumpur, menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi usaha dan penerapan sistem halal pada UMKM pangan.

Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja

Menurutnya, terdapat lima fokus utama dalam penelitian tersebut, yakni mengumpulkan data terkait proses produksi dan penerapan prinsip halal, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi pelaku usaha, merancang model inovasi KIPAS yang terintegrasi dengan rantai pasok halal, mendukung hilirisasi sistem halal pada UMKM, serta memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pengelolaan usaha yang berkelanjutan.

“Hasil penelitian ini akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan dan panduan praktis yang dapat diterapkan langsung oleh pelaku UMKM,” kata Nusran.

FGD tersebut diikuti oleh 25 pelaku UMKM yang berasal dari Desa Bonto Bunga dan wilayah sekitarnya. Selain itu, sejumlah mahasiswa Program Studi Teknik Industri UMI yang mengambil Mata Kuliah Manajemen Industri Halal juga turut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga:  Dukungan Penuh Dewan Kerja Sama Teluk terhadap Kedaulatan Maroko atas Sahara

- Iklan Google -

Melalui diskusi kelompok terfokus, para pelaku usaha diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, tantangan, serta kebutuhan mereka dalam mengembangkan usaha. Di sisi lain, mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan untuk memahami secara langsung kondisi dan dinamika dunia usaha.

Program penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM lokal melalui penerapan tata kelola usaha yang sesuai standar halal, memperluas akses pasar, serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Selain mendukung pengembangan ekonomi lokal, hasil penelitian juga diharapkan berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Bonto Bunga dan sekitarnya.

(*/red)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *