MEDIAPESAN.COM | Cikarang – Roadshow nasional bertema transformasi digital dan keamanan siber kembali digelar.
Memasuki kota ketiga, kolaborasi antara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), APTIKNAS, APKOMINDO, APINDO DPK Kabupaten Bekasi, dan YORINDO Communication menggelar acara bertajuk “AI Driven Secure & Efficient: Engineering the Digital Transformation Blueprint” di Holiday Inn Jababeka.
Kegiatan ini menyoroti percepatan transformasi digital di sektor manufaktur sekaligus memperkuat cetak biru (blueprint) industri nasional berbasis kecerdasan buatan (AI).
Direktur YORINDO Communication, Yolanda Roring, mengatakan Cikarang dipilih karena menjadi salah satu pusat industri manufaktur terbesar di Indonesia. Setelah sukses digelar di Surabaya dan Bali, roadshow ini menghadirkan pendekatan komprehensif mulai dari kebijakan keamanan siber hingga implementasi AI.
“Roadshow ini dirancang untuk membekali pemimpin industri dengan blueprint transformasi digital yang terukur, aman, dan efisien,” ujarnya dalam keterangan, Minggu (19/4/2026).
APINDO: AI Tingkatkan Produktivitas Industri
Dukungan juga datang dari Ketua DPK APINDO Kabupaten Bekasi, M. Yusuf Wibisono. Ia menilai transformasi digital berbasis AI menjadi kebutuhan mendesak bagi industri manufaktur agar mampu bersaing di tingkat global.
“Dengan AI, produktivitas bisa ditingkatkan secara objektif, termasuk mendukung sistem pengupahan berbasis kinerja riil,” katanya.
BSSN Tekankan Keamanan Siber Otonom
Dalam sesi utama, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, memaparkan konsep Autonomous Defense sebagai strategi utama menghadapi ancaman siber di era AI.
Menurutnya, serangan siber kini berkembang sangat cepat sehingga sistem pertahanan harus mampu merespons secara otomatis tanpa intervensi manusia.
- Iklan Google -
“Keamanan siber otonom menjadi kunci untuk melindungi infrastruktur kritis industri manufaktur,” jelasnya.
Infrastruktur Digital Jadi Fondasi
Ketua Umum APTIKNAS dan APKOMINDO, Soegiharto Santoso, menekankan pentingnya membangun digital backbone yang kuat sebelum mengadopsi AI.
Ia mengingatkan risiko black box syndrome, yakni kondisi ketika sistem AI berjalan tanpa transparansi dan kontrol memadai.
“Tanpa infrastruktur yang solid, AI justru bisa menjadi sumber risiko baru. Industri harus memilih sistem yang menjamin kedaulatan data, baik melalui on-premise maupun cloud lokal,” tegasnya.
Hadirkan Solusi Nyata hingga Workshop AI
Acara ini juga menghadirkan berbagai solusi teknologi dari mitra global seperti Alibaba Cloud, Smartnetindo, hingga MSI. Para peserta diperlihatkan implementasi langsung solusi infrastruktur digital, perangkat keras industri, serta pemanfaatan AI untuk efisiensi operasional.
Selain itu, peserta mendapatkan materi pengembangan SDM melalui konsep people intelligence yang disampaikan oleh MAXY Academy.
Puncak kegiatan berupa workshop intensif yang dipandu praktisi AI dan IoT, di mana peserta mempraktikkan otomatisasi sistem menggunakan platform n8n serta integrasi AI dengan perangkat industri.
Bagian dari Roadshow 10 Kota
Roadshow ini merupakan bagian dari program nasional di 10 kota strategis untuk mempercepat kesiapan industri menghadapi era digital. Setelah Surabaya, Bali, dan Cikarang, rangkaian kegiatan akan berlanjut ke Batam, Purwakarta, Tangerang, Yogyakarta, Jakarta, Semarang, hingga Balikpapan-Samarinda.
Seluruh kegiatan seminar dan workshop ini digelar secara gratis dan terbuka bagi pelaku industri.
Antusiasme Pelaku Industri
Peserta yang terdiri dari manajemen pabrik, tim IT, hingga pelaku industri manufaktur di kawasan Cikarang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Mereka mendapatkan wawasan mulai dari kebijakan keamanan siber nasional hingga praktik teknis yang dapat langsung diterapkan di lingkungan industri.



