MEDIAPESAN.COM – Rusia akan menampilkan berbagai teknologi dan persenjataan angkatan laut generasi terbaru dalam ajang Forum Angkatan Laut Internasional Armada 2026 yang digelar di Kronstadt, Saint Petersburg.
Pameran tersebut menjadi etalase kemampuan industri pertahanan maritim Rusia, mulai dari sistem tanpa awak berbasis kecerdasan buatan (AI) hingga kapal selam serang modern.
Perusahaan negara bidang ekspor persenjataan Rusia, Rosoboronexport, dijadwalkan memperkenalkan sejumlah inovasi yang dikembangkan untuk mendukung operasi tempur laut modern dan meningkatkan kemampuan pertahanan maritim.
Salah satu sorotan utama adalah debut publik beberapa sistem tanpa awak, termasuk kapal nirawak Breeze, BEK-6, dan Orkan.
Rusia juga akan memamerkan kendaraan bawah air otonom MMT-300 serta Klavesin-1RE yang dirancang untuk berbagai misi pengintaian, pemetaan dasar laut, dan operasi khusus.
Pada kategori kapal permukaan, Rusia membawa sejumlah platform tempur yang mengedepankan teknologi siluman dan sistem tempur terintegrasi. Di antaranya kapal perusak Proyek 11356 NG yang dilengkapi sistem pertahanan udara terpadu, kapal kelas Tigr dengan radar Zaslon, kapal rudal Karakurt-E, serta kapal penyapu ranjau Alexandrite-E.
Sementara itu, sektor bawah laut akan diwakili oleh kapal selam diesel-listrik Proyek 636 dan Amur-1650 (Proyek 677E). Kedua platform tersebut dikenal memiliki tingkat kebisingan rendah dan dirancang untuk meningkatkan kemampuan serangan serta pengintaian bawah laut.
Selain kapal perang dan sistem tanpa awak, Rosoboronexport juga menampilkan berbagai perlengkapan pertahanan pantai, termasuk sistem rudal Rubezh-ME. Sejumlah persenjataan lain yang saat ini digunakan oleh Kementerian Pertahanan, Layanan Keamanan Federal (FSB), dan Kementerian Situasi Darurat Rusia turut dipamerkan.
Forum Armada 2026 dipandang sebagai ajang strategis bagi Rusia untuk memperkenalkan teknologi pertahanan terbaru kepada calon mitra internasional di tengah meningkatnya perhatian global terhadap modernisasi kekuatan laut dan penggunaan sistem otonom dalam operasi militer.



