MEDIAPESAN.COM – Harga kontrak berjangka gas alam Amerika Serikat (AS) menguat setelah prakiraan cuaca terbaru menunjukkan gelombang panas akan meningkat dalam beberapa pekan ke depan.
Kondisi ini diperkirakan mendorong lonjakan penggunaan listrik, terutama untuk pendingin ruangan di rumah maupun kawasan bisnis.
Kenaikan suhu dipandang sebagai faktor utama yang memicu peningkatan permintaan gas alam untuk bahan bakar pembangkit listrik.
Saat cuaca semakin panas, konsumsi energi biasanya melonjak karena masyarakat dan pelaku usaha mengoperasikan air conditioner (AC) lebih intensif.
Pelaku pasar energi menilai perubahan proyeksi cuaca tersebut berpotensi memperketat pasokan gas alam, khususnya jika konsumsi listrik terus meningkat selama musim panas berlangsung.
Selain faktor cuaca, pergerakan harga gas alam juga dipengaruhi tingkat produksi domestik, kapasitas penyimpanan, hingga permintaan ekspor liquefied natural gas (LNG) dari Amerika Serikat ke pasar global.
Analis energi memperkirakan volatilitas harga masih akan terjadi dalam waktu dekat seiring pasar terus memantau perkembangan suhu ekstrem dan keseimbangan pasokan energi di AS.
Kondisi ini juga menjadi perhatian investor karena kenaikan harga energi berpotensi memengaruhi biaya listrik dan aktivitas industri di tengah dinamika ekonomi global yang masih berfluktuasi.



