Reses di Lalatang, Legislator Golkar Makassar Soroti Drainase hingga Penataan PKL

Reporter Burung Hantu
Reses H. Ismail di Kelurahan Lalatang berlangsung hangat dan penuh antusias warga. Aspirasi soal drainase, sampah, hingga penataan PKL jadi perhatian utama.

MEDIAPESAN.COM | Makassar – Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi Golkar, H. Ismail kembali turun menyerap aspirasi warga dalam Kegiatan Reses Ketiga Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026. Kegiatan itu digelar di Jalan Langgau Lorong 9, Kelurahan Lalatang, Kamis (21/5/2026).

Reses tersebut dihadiri Lurah Lalatang Rezha Suryawan Z.I, tokoh agama, tokoh perempuan, Ketua RW dan RT, Babinsa, Binmas, hingga unsur LPM.

Dalam pertemuan itu, H. Ismail menyoroti persoalan infrastruktur, khususnya drainase yang selama ini menjadi penyebab banjir di kawasan Lalatang.

- Iklan Google -

“Alhamdulillah, berkat sinergi dengan Bapak Wali Kota Makassar, pengerjaan dua sisi drainase yang kerap memicu banjir sudah mulai berjalan. Ke depan, kita juga akan melakukan peninggian jalan di area ini,” ujar Ismail.

Selain drainase, legislator Komisi B DPRD Makassar itu juga memaparkan perkembangan penyediaan air bersih di sejumlah wilayah kota. Menurutnya, persoalan air bersih yang sempat dialami warga Jalan Veteran dan Jalan Pontiku selama puluhan tahun mulai teratasi.

Ia menyebut pasokan air bersih tetap aman meski sempat terjadi fenomena El Nino. Namun, tantangan kini bergeser ke wilayah pesisir yang masih mengalami keterbatasan distribusi air.

Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja

Tak hanya menyerap aspirasi, Ismail juga mengajak warga mendukung program prioritas Pemerintah Kota Makassar, terutama terkait pemilahan sampah dan program sosial Jagai Anakta.

Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menekan persoalan sampah di Kota Makassar.

Terkait penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), Ismail memastikan Komisi B DPRD Makassar mendukung langkah pemerintah kota. Ia menilai penataan harus dibarengi solusi ekonomi bagi pedagang.

Baca Juga:  Harga Melejit! Rumah Subsidi Menanjak di Era 2024

- Iklan Google -

“Ke depan, saya berencana mencari lahan fasilitas umum sebagai solusi awal ruang kuliner malam. Kita cari akses jalan yang tidak memicu kemacetan. Nanti harus ada perjanjian hitam di atas putih agar semuanya berjalan tertib dan lancar,” katanya.

Selain itu, para pedagang juga direncanakan akan didata agar dapat difasilitasi memperoleh pendanaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sementara itu, Lurah Lalatang Rezha Suryawan mengapresiasi kehadiran H. Ismail dalam kegiatan reses tersebut. Ia berharap aspirasi masyarakat Lalatang dapat terus dikawal di DPRD Makassar.

Dalam kesempatan itu, Rezha juga mengedukasi warga terkait pentingnya pemilahan sampah non-organik. Ia menyebut volume sampah di Makassar saat ini mencapai sekitar 800 ton per hari, sementara kemampuan pengangkutan optimal masih terbatas.

“Pemilahan sampah ini sangat penting. Kita ditargetkan oleh Pemerintah Pusat untuk mereduksi volume sampah,” ujarnya.

Rezha menjelaskan pihak kelurahan tengah menyiapkan inovasi berupa kewajiban membawa sampah non-organik saat mengurus administrasi di kantor kelurahan. Sampah tersebut nantinya akan dikonversi menjadi tabungan di Bank Sampah.

Program itu juga akan disinergikan dengan program Urban Farming yang direncanakan masuk penganggaran tahun 2027 melalui konsep satu lorong satu komoditas atau one alley one product.

Di akhir kegiatan, pihak kelurahan bersama tokoh masyarakat sepakat menggelar sosialisasi lanjutan terkait pemilahan sampah serta pengawasan anak guna mencegah kenakalan remaja, termasuk aksi geng motor.

(pl)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *