Indonesia Mulai Siapkan SDM Robot Humanoid, Konsorsium AI Nasional Dibentuk

Reporter Burung Hantu
Kolaborasi menuju era Physical AI. Sejumlah akademisi, pelaku industri, dan organisasi profesi berdiskusi dalam Kick-Off Program Pelatihan dan Inisiasi Sertifikasi SDM Pengembang Robot Humanoid Nasional di Robopark Indonesia, Jakarta, sebagai langkah awal pembentukan Konsorsium Nasional AI Humanoid Indonesia.

MEDIAPESAN.COM | Jakarta – Indonesia mulai menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi era Physical Artificial Intelligence (Physical AI) melalui peluncuran Program Pelatihan dan Inisiasi Sertifikasi SDM Pengembang Robot Humanoid Nasional di Robopark Indonesia, Pluit Village, Jakarta Utara.

Program yang digelar PT SARI Teknologi Global pada 29 Juni hingga 3 Juli 2026 itu juga menjadi momentum lahirnya inisiatif pembentukan Konsorsium Nasional AI Humanoid Indonesia. Konsorsium tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi pemerintah, industri, perguruan tinggi, lembaga sertifikasi, hingga komunitas riset dalam mengembangkan ekosistem AI humanoid nasional.

CEO PT SARI Teknologi Global, (Cand.) Dr. Ir. Yohanes Kurnia Widjaja, S.T., M.M.S.I., mengatakan pembangunan teknologi robot humanoid harus diawali dengan kesiapan SDM yang kompeten.

- Iklan Google -

“Hari ini bukan sekadar peluncuran program pelatihan, tetapi langkah awal membangun fondasi Indonesia menuju era Physical AI dan robot humanoid nasional. Kekuatan utama bangsa bukan hanya pada teknologinya, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusianya,” kata Yohanes.

Melalui program tersebut, PT SARI Teknologi Global menyiapkan standar kompetensi untuk tiga profesi utama, yakni Pilot atau Operator Robot Humanoid, Trainer Robot Humanoid, dan Developer Robot Humanoid. Standar itu diharapkan menjadi acuan bagi dunia pendidikan, industri, pemerintah, serta lembaga sertifikasi profesi.

IMG 20260630 WA0361

Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja

Ketua Umum APKOMINDO sekaligus Pendiri dan Ketua Umum APTIKNAS, Ir. Soegiharto Santoso, S.H., menyambut baik pembentukan Konsorsium Nasional AI Humanoid Indonesia. Menurutnya, pengembangan teknologi masa depan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Pengembangan teknologi masa depan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan harus dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, industri, perguruan tinggi, lembaga sertifikasi profesi, asosiasi, komunitas riset, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Ia menilai konsorsium tersebut dapat menjadi wadah untuk menyusun standar kompetensi nasional, mengembangkan kurikulum, memperkuat riset dan inovasi, hingga mempercepat pertumbuhan industri robot humanoid dalam negeri.

Baca Juga:  Polres Gowa Gelar “Jumat Berkah”, Satresnarkoba Makan Bersama dan Beri Motivasi ke Tahanan

- Iklan Google -

Soegiharto juga mengingatkan agar pengembangan AI humanoid tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, etika kecerdasan buatan, perlindungan data, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti demonstrasi teknologi berbasis Physical AI, penyusunan standar kompetensi, pengembangan kurikulum, hingga pembahasan skema pelatihan dan sertifikasi profesi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Pada akhir kegiatan, para peserta menandatangani komitmen pembentukan Konsorsium Nasional AI Humanoid Indonesia sebagai langkah awal memperkuat pengembangan SDM, standardisasi kompetensi, riset, inovasi, dan industri AI humanoid nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum IAIS, Dr. Ir. Hendy Risdianto Wijaya, S.T., M.T., Ph.D., mengusulkan penyusunan Roadmap Nasional AI Humanoid Indonesia 2026–2045. Dokumen tersebut diharapkan menjadi pedoman bersama bagi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga riset, dan asosiasi profesi dalam membangun ekosistem AI humanoid Indonesia secara berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

(*/red)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *