ASOCIO 2026 Apresiasi Kepemimpinan AHY dalam Integrasi Infrastruktur dan Transformasi Digital

Reporter Burung Hantu
Menko Infrastruktur AHY menyampaikan pandangan tentang integrasi infrastruktur fisik, digital, dan energi dalam ASOCIO Digital & AI Summit 2026 di Jakarta. (ft/ho)

MEDIA PESAN – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerima Special Honorary Leadership Award dari ASOCIO pada 6 Oktober 2026 di Jakarta, atas kepemimpinannya di bidang infrastruktur digital dan konektivitas regional.

Nominasi diajukan APTIKNAS, tuan rumah ASOCIO Digital & AI Summit 2026, dan diterima setelah melalui penilaian komite penghargaan organisasi tersebut.

Ketua Umum APTIKNAS sekaligus APKOMINDO, Soegiharto Santoso, mengatakan penilaian tersebut tidak hanya didasarkan pada jabatan AHY, tetapi juga relevansi kebijakannya dengan tantangan pembangunan di era kecerdasan buatan (AI).

- Iklan Google -

APTIKNAS, selaku tuan rumah forum sekaligus anggota ASOCIO dari Indonesia, mengajukan nominasi AHY. ASOCIO Awards Committee menerima usulan tersebut setelah melalui penilaian independen dan penelusuran rekam jejak.

Soegiharto, yang akrab disapa Hoky, mengatakan pemikiran AHY mengenai infrastruktur terintegrasi relevan dengan upaya mengurangi kesenjangan wilayah dan memperluas manfaat ekonomi digital.

Pertimbangannya mencakup pandangan AHY tentang percepatan infrastruktur digital pada November 2024, hubungan infrastruktur dan ketahanan nasional dalam Indonesia Economic Summit pada Februari 2026, serta integrasi infrastruktur, konektivitas, dan tata ruang dalam pembangunan berkelanjutan di Bali pada Juli 2026.

Jasa Website & Artikel SEO
Jasa Website & Artikel SEO

Hoky juga menyoroti partisipasi AHY dalam empat forum strategis pada 2026, yakni IndoBuildTech Expo, Indonesia International Smart City Expo & Forum, ASOCIO Digital & AI Summit, dan Digital Infrastructure Summit.

Dalam ASOCIO Digital & AI Summit pada 6 Oktober, AHY menyampaikan pidato utama bertajuk “Infrastructure in the Age of AI: Building Smart, Connected and Resilient Regions”. Ia menekankan integrasi infrastruktur fisik, digital, dan energi sebagai fondasi pembangunan.

Menurut AHY, konektivitas transportasi mendukung mobilitas dan distribusi barang, jaringan digital memperluas akses layanan publik dan ekonomi, sedangkan energi yang andal menopang pengembangan teknologi.

- Iklan Google -

Ia menetapkan enam sasaran pembangunan, yakni mengurangi ketimpangan, mempermudah mobilitas, meningkatkan keandalan infrastruktur, memperkuat keamanan wilayah, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan menjaga kelestarian lingkungan.

Baca Juga:  Roadshow Transformasi Digital Berbasis AI di Batam Libatkan 100 Peserta, Soroti Keamanan Siber
IMG 20261025 WA0657
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (ft/ho)

Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, pendekatan tersebut membutuhkan koordinasi kebijakan, investasi, pemerintah daerah, dan masyarakat agar manfaat digitalisasi menjangkau lebih banyak wilayah.

“AI bukan hanya persoalan perangkat lunak atau kecanggihan algoritma, melainkan juga konektivitas, pusat data, energi, dan kesiapan sumber daya manusia,” kata Hoky.

Ketua Panitia Penyelenggara ASOCIO Digital & AI Summit 2026, Karim Taslim, menilai integrasi infrastruktur fisik, digital, dan energi relevan dengan tantangan pembangunan di era AI. Menurutnya, kemajuan teknologi harus memberikan manfaat yang lebih merata.

IMG 20261025 WA0651
(ft/ho).

Forum tersebut berlangsung pada 5–7 Oktober di Swissôtel Jakarta PIK Avenue, mempertemukan pimpinan asosiasi industri, eksekutif teknologi, dan delegasi dari 25 ekonomi anggota ASOCIO di Asia–Oseania.

Selain membahas perkembangan digital dan AI, acara tersebut mencakup diskusi, pidato utama, malam penghargaan, dan jejaring bisnis. Sejumlah media industri di kawasan itu juga menyoroti partisipasi dan capaian delegasi berbagai negara.

APTIKNAS menilai penyelenggaraan forum tersebut membuka peluang memperluas kerja sama internasional, memperkenalkan industri teknologi Indonesia, dan membangun kemitraan regional.

Hoky mengatakan keberhasilan transformasi digital tidak cukup diukur dari kecanggihan teknologi atau besarnya investasi, tetapi juga dari dampaknya terhadap produktivitas, kesenjangan, dan peluang ekonomi masyarakat.

“Teknologi harus membantu manusia, memperkecil kesenjangan, dan membuka kesempatan yang lebih luas,” ujarnya.

(*/red)
Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *