UNIMEN dan UHO Dorong Petani Kakao Enrekang Tingkatkan Nilai Tambah Lewat Teknologi

Reporter Burung Hantu
Pendampingan teknologi pengolahan kakao dan pemasaran digital bagi kelompok tani dan wanita tani di Desa Mata Allo, Enrekang, melalui Program Kosabangsa 2026. (ft/ijy/ho)

MEDIA PESAN – Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) dan Universitas Halu Oleo (UHO) mendorong petani kakao di Desa Mata Allo, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, mengembangkan produk olahan bernilai tambah melalui penerapan teknologi pengolahan dan pemasaran digital.

Upaya tersebut dilakukan melalui Program Kosabangsa 2026 yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM).

Program ini bertujuan mengurangi ketergantungan petani pada penjualan biji kakao kering dengan memperkuat kemampuan masyarakat mengolah bahan baku menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

- Iklan Google -

Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah Natural-Based Alkalization, teknik pengolahan kakao menggunakan bahan alkali alami untuk menghasilkan bubuk kakao dengan warna lebih baik, keasaman lebih rendah, serta cita rasa yang lebih seimbang.

Untuk mendukung produksi, program tersebut menyediakan peralatan berupa mesin sangrai, pemecah dan pemisah kulit biji, oven, penggiling kakao, mesin press hidraulik, dan hammer mill. Pendampingan juga mencakup penyusunan standar operasional prosedur (SOP) penanganan pascapanen dan pengolahan.

Program ini melibatkan Kelompok Tani Salu Bendo’ yang beranggotakan 19 orang dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Al Hadi dengan 20 anggota.

Jasa Website & Artikel SEO
Jasa Website & Artikel SEO

Selain peningkatan kapasitas produksi, KWT Al Hadi mendapat pendampingan dalam diversifikasi produk, pengembangan merek, desain kemasan, serta promosi melalui media sosial dan marketplace.

IMG 20261101 WA0586
(ft/ijy/ho)

Ketua Kelompok Tani Salu Bendo’, Sopian, S.Pd., berharap teknologi dan pendampingan tersebut membantu petani meningkatkan nilai jual kakao.

Sementara itu, Ketua KWT Al Hadi, Nida Wahyuni, menilai kemampuan mengolah produk perlu didukung keterampilan pengemasan dan pemasaran agar dapat menjangkau konsumen lebih luas.

- Iklan Google -

Strategi pemasaran digital dalam program tersebut mencakup pengembangan identitas merek, akun media sosial bisnis, toko marketplace, dan laman digital yang terintegrasi dengan kanal pemasaran.

Baca Juga:  Korsel Minta Maaf soal Isu Bali Tidak Aman, RI Tegaskan Wisata Tetap Aman

Program ini dipimpin Dr. Asbar, M.Pd., M.Hum., dari UNIMEN, bersama anggota tim Nirma Septia Ramlan Anjas, S.P., M.Si., dan Zarina, S.Pd., M.

Melalui penguatan teknologi produksi dan akses pasar, program tersebut diharapkan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Mata Allo sekaligus meningkatkan daya saing produk kakao lokal.

(ijy)
Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *