Media Pesan – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Makassar memperingati Hari Santri melalui kegiatan ziarah makam ulama dan diskusi buku untuk memperkuat tradisi keilmuan, meneladani perjuangan ulama, serta meningkatkan daya kritis kader muda.
Ketua PC IPNU Makassar, Amiruddin Al Muqtadir, mengatakan Hari Santri tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah, tetapi juga kesempatan bagi kader muda untuk meneguhkan identitas dan melanjutkan tradisi keilmuan serta perjuangan para ulama.
Kegiatan diawali dengan ziarah makam ulama sebagai bentuk penghormatan terhadap para pendahulu yang berperan dalam pengembangan ilmu, dakwah, dan tradisi Islam. Agenda kemudian dilanjutkan dengan diskusi buku untuk mendorong kebiasaan membaca, berpikir kritis, dan bertukar gagasan.
Ketua PC IPPNU Makassar, Clara Nur Azizah, mengatakan kedua kegiatan tersebut mengajarkan pentingnya menjaga warisan keilmuan sekaligus mengembangkan wawasan untuk menghadapi perubahan zaman.
“Melalui ziarah ini kami belajar dari keteladanan para ulama. Melalui diskusi buku, kami belajar untuk terus mencari dan mengembangkan ilmu,” ujarnya.
Menurut penyelenggara, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kesantrian tidak hanya berkaitan dengan kehidupan spiritual, tetapi juga mencakup semangat intelektual dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, IPNU-IPPNU Makassar mendorong kader muda untuk menjaga hubungan dengan sejarah dan tradisi ulama, sekaligus memperkuat kapasitas intelektual agar mampu berkontribusi bagi masyarakat.

