MEDIA PESAN – Kemarau empat bulan mengurangi pasokan air di Enrekang. LAZISMU dan UNIMEN menyalurkan air bersih gratis dengan dukungan sumur Muhammadiyah dan armada lintas instansi.
Distribusi air didukung dua sumur yang dibangun Muhammadiyah Enrekang melalui pengurus Takmir Masjid Taqwa Muhammadiyah. Sumur tersebut menjadi titik pengisian bagi armada LAZISMU, UNIMEN, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), kepolisian, dan masyarakat umum yang turut membantu penyaluran air.
Pelaksana Tugas Ketua LAZISMU Enrekang, Achmad Dahlan Muchtar, mengatakan bantuan diprioritaskan untuk warga yang kesulitan mengakses air bersih, terutama di wilayah perkotaan Enrekang.
“Air merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda pemenuhannya,” kata Dahlan, Jumat (23/10/2026).
Ia mengatakan distribusi dilakukan tanpa pungutan biaya dan akan dilanjutkan selama masyarakat masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Bantuan diberikan kepada warga di kawasan perumahan maupun perorangan yang membutuhkan pasokan air.
UNIMEN juga mengerahkan kendaraan operasional kampus untuk mengantarkan air ke rumah-rumah warga. Wakil Rektor III UNIMEN, Saidang, mengatakan keterlibatan perguruan tinggi tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
Menyusutnya debit air PDAM, kata dia, menyulitkan sebagian warga memenuhi kebutuhan mendasar, termasuk untuk minum dan memasak.
“Kami merasa terpanggil untuk mengambil bagian dalam meringankan beban masyarakat. Kami berharap upaya ini bisa sedikit membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sambil menunggu pasokan air kembali normal,” kata Saidang.
Kolaborasi LAZISMU, UNIMEN, pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat memperluas pemanfaatan fasilitas pengisian air serta jangkauan distribusi kepada warga terdampak.
Namun, penyaluran air melalui armada bantuan masih menjadi langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan harian, bukan solusi permanen terhadap kekeringan. Keberlanjutan pasokan air dan akses masyarakat terhadap sumber air yang memadai tetap menjadi tantangan selama kondisi kemarau berlangsung.
LAZISMU dan UNIMEN menyatakan akan melanjutkan distribusi air bersih selama warga Enrekang masih menghadapi dampak kekeringan.


