Konferensi PWI Sulsel Dikritik, Dugaan Panitia Tak Netral hingga Penahanan Kartu Anggota Mengemuka

Reporter Burung Hantu
Kantor Persatuan Wartawan Indonesia jadi sorotan di tengah dinamika Konferensi PWI Sulsel yang memicu polemik soal netralitas dan transparansi organisasi.

MEDIAPESAN.COM | Makassar – Pelaksanaan Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan menuai sorotan dari sejumlah kalangan jurnalis. Kritik mencuat terkait dugaan tidak netralnya panitia pelaksana, khususnya unsur Organizing Committee (OC), dalam proses pemilihan Ketua PWI Sulsel.

Sejumlah nama mulai mencuat dalam bursa calon ketua PWI Sulsel. Di antaranya H. Suwardi Thahir yang menjabat Ketua Bidang Pendidikan sekaligus penguji Lembaga Uji (LU) PWI, H. Manaf Rahman selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi yang juga menjabat Sekretaris OC konferensi, serta Amrullah Basri Gani.

Di tengah dinamika pencalonan tersebut, sejumlah anggota PWI mempertanyakan posisi panitia yang dinilai memiliki kedekatan dengan kandidat tertentu. Kondisi itu disebut berpotensi memunculkan konflik kepentingan dalam pelaksanaan konferensi.

- Iklan Google -

“Sulit membayangkan kompetisi berjalan adil jika pihak yang seharusnya netral justru dianggap memiliki keberpihakan,” kata seorang wartawan senior di Makassar yang enggan disebutkan namanya.

Selain isu netralitas panitia, muncul pula dugaan penahanan kartu anggota PWI milik sejumlah jurnalis yang memiliki hak suara dalam konferensi. Dugaan tersebut memicu kekhawatiran adanya tekanan terhadap pemilik suara dalam proses pemilihan.

“Hingga saat ini kartu saya masih ditahan oleh oknum pengurus PWI Sulsel,” ujar salah seorang wartawan yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja

Tak hanya itu, kebijakan administratif yang diterapkan panitia juga menuai protes. Sejumlah anggota mempertanyakan dasar aturan yang dinilai tidak memiliki landasan kuat dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PWI.

“Kalau memang ada regulasi baru, harus disampaikan secara transparan kepada seluruh anggota. Jangan sampai aturan itu justru dipakai untuk menghambat pihak tertentu,” ujar anggota PWI lainnya.

Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa pelaksanaan konferensi berpotensi mengganggu prinsip demokrasi organisasi profesi wartawan. Sejumlah pengamat organisasi menilai panitia konferensi harus menjaga independensi dan berdiri di atas semua kepentingan demi menjaga legitimasi hasil pemilihan.

Baca Juga:  Kadis Ketapang Kota Makassar: Penanaman Bibit Cabai di Lorong Bisa Kendalikan Pangan dan Perbaiki Ekonomi

- Iklan Google -

Menurut mereka, apabila dugaan manipulasi hak suara maupun tekanan terhadap pemilih terbukti benar, maka hal itu dapat mencederai marwah organisasi sekaligus memengaruhi kepercayaan publik terhadap independensi profesi wartawan.

Konferensi PWI Sulsel sendiri dinilai menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi ke depan. Karena itu, sejumlah pihak berharap seluruh tahapan konferensi dapat berjalan secara terbuka, demokratis, dan bebas dari intervensi kepentingan tertentu.

(rls)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *