MEDIAPESAN.COM | Makassar – Kolaborasi antara mahasiswa Indonesia dan Jepang tentang pariwisata tidak berhenti di ruang kelas. Di Makassar, mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar dan Keio University, Jepang, membawa penelitian mereka ke lapangan, bertemu masyarakat dan melihat langsung kehidupan di sebuah destinasi.
Langkah itu diawali dengan penandatanganan Implementation Agreement on Student Research Collaboration antara kedua institusi pada 4 September 2026 di Co-Working Space Poltekpar Makassar. Kesepakatan tersebut menjadi dasar pengembangan penelitian bersama mahasiswa di bidang pariwisata, perhotelan, seni kuliner dan bidang terkait.
Perjanjian ditandatangani Direktur Poltekpar Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, dan Yo Nonaka, Ph.D., dari Faculty of Policy Management, Keio University.
Bagi mahasiswa, kerja sama ini menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar pengalaman akademik. Mereka mendapat kesempatan membentuk tim riset lintas negara, menyusun topik penelitian bersama, mengikuti research workshop, melakukan penelitian lapangan dan mempresentasikan hasilnya.
“Melalui kolaborasi ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar bersama, bertukar perspektif, sekaligus mengembangkan kemampuan penelitian dalam lingkungan akademik yang berbeda,” kata Herry.
Kerja sama tersebut kemudian diwujudkan melalui program Fieldwork Project in Indonesia for Mutual Understanding pada 4–7 September. Enam mahasiswa dan dua dosen Keio University bergabung dengan mahasiswa Poltekpar Makassar dalam rangkaian kegiatan akademik dan pertukaran budaya.
Setelah kunjungan kampus, presentasi budaya dan koordinasi penelitian, para mahasiswa turun ke Desa Lakkang pada 5–6 September. Di sana, mereka melakukan penelitian lapangan berdasarkan tema yang telah ditentukan oleh masing-masing kelompok.
Pengalaman itu menjadi bagian penting dari proses belajar. Pariwisata tidak hanya dipelajari melalui teori atau data, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan lingkungan tempat sebuah destinasi berkembang.
Para peserta juga mengikuti Educational Trip untuk mengenal lebih dekat budaya dan kehidupan masyarakat Makassar.
Rangkaian kegiatan berakhir dengan presentasi hasil penelitian pada 7 September di Poltekpar Makassar. Para mahasiswa memaparkan temuan mereka sekaligus bertukar pandangan dengan rekan-rekan dari institusi mitra.
Perjanjian kerja sama tersebut berlaku selama satu tahun sejak penandatanganan. Kedua institusi berharap kolaborasi dapat berlanjut melalui penelitian dan kegiatan akademik lainnya.
Bagi Poltekpar Makassar dan Keio University, kerja sama ini pada akhirnya bukan hanya tentang mempertemukan dua institusi pendidikan. Ia juga menjadi ruang bagi mahasiswa Indonesia dan Jepang untuk memahami pariwisata melalui pengalaman, budaya dan perspektif yang berbeda.

