MEDIAPESAN.COM | Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengerahkan 322 personel untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Personel Satgas Edukasi, Penyuluhan dan Pencegahan Karhutla gelombang kedua tersebut ditugaskan selama sekitar 10 hari di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
Wakil Kepala Polri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan pendekatan terhadap karhutla perlu lebih mengutamakan pencegahan, bukan hanya pemadaman setelah kebakaran terjadi.
“Rekan-rekan harus benar-benar hadir di tengah masyarakat. Bangun komunikasi yang baik, berikan pemahaman dan ajak masyarakat bersama-sama melakukan pencegahan sejak dini,” kata Dedi dalam pembekalan di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Para personel diminta memahami kondisi masyarakat dan karakteristik wilayah sebelum memberikan edukasi. Polri juga mendorong keterlibatan Bhabinkamtibmas, Babinsa, Masyarakat Peduli Api, pemerintah desa dan tokoh adat dalam pencegahan di tingkat lokal.
Dari 322 personel tersebut, 64 merupakan peserta Sespimti, 207 peserta Sespimmen, 29 peserta SPPK dan 22 pendamping. Sebanyak 189 peserta didik sebelumnya telah diberangkatkan dalam gelombang pertama.
Selain edukasi, Polri kini mendorong penggunaan data dan teknologi untuk mendeteksi potensi kebakaran lebih awal, termasuk informasi titik panas, kondisi cuaca dan lahan gambut.
Dedi mengatakan penanganan karhutla juga harus melihat akar persoalan di lapangan dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga masyarakat di tingkat desa.
“Karhutla bukan hanya tanggung jawab Polri atau pemerintah. Ini tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Polri berharap pendekatan tersebut dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sehingga kebakaran dapat dicegah sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

