Klarifikasi TNI soal Video Demo UMI Makassar: Pria dalam Rekaman Bukan Personel

Reporter Burung Hantu
Klarifikasi TNI: Pria dalam video demo UMI Makassar bukan anggota, akui hanya warga sipil.

MEDIAPESAN.COM | Makassar – Komandan Batalyon Infanteri 700/Wira Yudha Sakti Kodam XIV/Hasanuddin, Letkol Infanteri Iwan Sunaria, memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya video di media sosial yang menyebut adanya keterlibatan oknum anggota TNI dalam kericuhan demonstrasi di depan Universitas Muslim Indonesia pada 24 April 2026.

Dalam keterangan persnya (25/4/2026), Iwan Sunaria menegaskan bahwa individu yang terlihat dalam video tersebut bukan merupakan anggota dari satuan yang dipimpinnya. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penelurusan dan menghadirkan langsung yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan kepada publik.

“Saya tegaskan bahwa personel yang dimaksud dalam video tersebut bukan anggota kami. Saat ini yang bersangkutan sudah bersama kami untuk menjelaskan kronologi kejadian yang sebenarnya,” ujar Iwan.

- Iklan Google -

Sementara itu, pria yang diketahui bernama Suhaib (21tahun) turut memberikan klarifikasi terkait keberadaannya di lokasi kejadian. Ia menjelaskan bahwa pada malam 24 April 2026, dirinya awalnya berada Mall Nipah untuk menonton konser. Namun konser tersebut belum dimulai, lalu ia melihat adanya kerumunan di depan kampus UMI dan kemudian mendatangi lokasi tersebut untuk mengetahui situasi yang terjadi.

Suhaib mengaku sempat masuk ke area gerbang kampus dan akhirnya dihentikan oleh aparat kepolisian yang berada dilokasi lalu memintai identitas.

“Saya sudah memberikan identitas, tapi diminta mengaku sebagai anggota TNI. Saya tegaskan saya bukan anggota TNI,” ungkapnya. 

Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja

Suhaib menjelaskan bahwa atribut yang dipakainya pada malam tersebut berupa kaos bertuliskan Rider yang dibeli secara daring melalui Shopee dengan harga sekitar Rp113.000. Menurutnya, penggunaan kaos tersebut murni karena rasa simpati dan kecintaannya terhadap institusi TNI Angkatan Darat, bukan sebagai bentuk pengakuan diri sebagai anggota TNI.

Baca Juga:  UNIMEN Kirim Mahasiswa ke Thailand untuk Program Magang dan KKN Internasional

Lebih lanjut, Suhaib menyampaikan bahwa dirinya bekerja sebagai petugas keamanan (security) di salah satu perumahan, bukan sebagai anggota militer.

Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan informasi yang beredar di masyarakat serta mencegah kesalahpahaman yang berpotensi merugikan institusi maupun individu terkait. Yonif 700/Wira Yudha Sakti juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

- Iklan Google -
(Restu)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *