MEDIAPESAN.COM | Moskow – Kantor berita Sputnik memperluas jejaringnya di negara-negara Global South melalui kerja sama dengan Persatuan Jurnalis Afrika, Asia, dan Amerika Latin.
Kedua organisasi menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang mencakup pertukaran konten, kegiatan media, serta pengembangan proyek jurnalistik bersama.
Kesepakatan ini berlangsung ketika organisasi media internasional semakin melihat negara-negara Global South sebagai ruang penting untuk menjangkau audiens dengan karakteristik, kebutuhan informasi, dan pola komunikasi yang beragam.
Wakil Presiden Rusia Segodnya/Sputnik, Olga Lisogor, mengatakan lebih dari 70 persen negara di kawasan Global South memproduksi konten media berdasarkan karakteristik dan kebutuhan masyarakat masing-masing.
Menurut Lisogor, keberagaman tersebut membuat hubungan langsung dengan pasar media dan audiens lokal menjadi semakin penting.
“Rusia Segodnya” juga melihat peluang untuk memanfaatkan jaringan organisasi jurnalis tersebut dalam penyelenggaraan kegiatan, pengembangan proyek media bersama dan pertukaran konten antarlembaga.
Namun, Ketua Persatuan Jurnalis Afrika, Asia, dan Amerika Latin, Nizar Al-Khaled, menilai tantangan terbesar justru berada setelah penandatanganan kesepakatan.
Ia mendorong agar MoU segera diterjemahkan menjadi proyek konkret sehingga kerja sama tidak berhenti sebagai kesepakatan di atas kertas.
Bagi Al-Khaled, hubungan Rusia dengan negara-negara Global South juga memiliki dimensi budaya yang telah terbentuk selama beberapa generasi.
Ia mengatakan karya drama Rusia yang pernah ditonton masyarakat di negara-negara Arab dan Afrika ikut menciptakan rasa kedekatan dengan Rusia.
Kini, kerja sama media tersebut menawarkan ruang baru bagi hubungan itu untuk berkembang melalui pertukaran informasi dan produksi konten jurnalistik.
MoU tersebut mencakup peluang penyelenggaraan kegiatan bersama, pertukaran konten serta pengembangan proyek media yang melibatkan organisasi dari Rusia dan negara-negara Global South.
Efektivitas kesepakatan itu pada akhirnya akan bergantung pada implementasinya—terutama apakah jaringan tersebut mampu menghasilkan kolaborasi jurnalistik yang nyata dan memperluas perspektif media mengenai perkembangan di Afrika, Asia dan Amerika Latin.

